Kamis, 13 Maret 2014

DON'T YOU?

Hari ini bener-bener hari paling membahagiakan dalam hidup aku. kenapa? yup! semua orang yang lagi jatuh cinta biasanya ngerasain hal yang sama bukan? serasa dunia milik sendiri. hahahaa.. ya, itu yang lagi aku rasain.

Jam dinding di kamar Dayra tepat menunjukkan pukul 19.00 . "Yeah today it's a bad day!" seru Derya sambil menghempaskan badan nya yang mungil ke ranjangnya. Dayra baru saja pulang kursus bimbel. Tapi tak lama alunan bunyi yang cukup keras mengagetkannya. 'Tenong..tenong' ya, bunyi tersebut berasal dari gadget nya. "Siapa sih? gak sabaran banget. pake PANG PING segala." ucap Dayra. Dayra mengambil hanphone kesayangannya tersebut dan melihat sambil menunjukkan ekspresi kaget sekaligus senang. Deyra senang bukan main ketika laki-laki idamannya mengajaknya chat. Walau hanya sekedar basa-basi belaka, menurutnya itu hal yang cukup luar biasa. Siapa yang tidak tahu, laki-laki idamannya adalah seorang ketua osis bidang olahraga dan Dayra hanyalah murid biasa-biasa saja yang tidak mengikuti organisasi apapun. Apalagi laki-laki tersebut adalah primadona sekolah. Tak berselang lama, chat BBM tersebut berakhir dengan, 'aku belajar dulu ya Dayra, besok sambung chat lagi ya :)' . Sambil tersenyum dan membalas BBM tersebut, tanpa disadari, sepertinya mulai tumbuh rasa yang tak karuan dalam diri Dayra. Dia salah tingkah dan benar-benar senang pada hari itu. Sampai-sampai Dayra masih saja memikirkan lelaki tersebut sebelum tidur.

'Teeeeett Teeeeeett Teeeeeett'
Alarm Dayra berbunyi kencang dan mengagetkan seisi rumah , entah berapa volume alarm yang dia setel. Tapi yang menganehkan adalah jam tersebut masih menunjukkan pukul 05:00. "Sepagi inikah aku bangun?" ucap Dayra. Saat dia keluar kamar sudah dalam keadaan berseragam rapi, Mbok Rere baru saja memasak sarapan pagi, karena tidak biasanya Dayra bangun sepagi itu dan terlihat wajah Dayra lebih bersih dari biasanya. 'Mungkin Non Dayra cuci muka dan pake bedak pagi ini, cantik dan rapi sekali." ucap Mbok Rere sedikit berbisik tanpa terdengar oleh orang lain. Setelah selesai memasak nasi goreng keju kesukaan Dayra, Mbok Rere langsung menyajikannya di meja makan dan menuangkan jus jambu biji ke gelas Dayra."Ini non jus pesenan kemarem" ucap Mbok Rere. "Iya, terima kasih ya ,Mbok" ucap Dayra pelan. Sesudah selesai sarapan , Dayra buru-buru masuk mobil dan langsung menuju ke sekolah. Maklum saja, Dayra sudah di fasilitasi mobil oleh orang tua nya. Karena orangtua nya selalu sibuk bekerja, akhirnya Dayra diberi kebebasan untuk membawa kendaraan sendiri. Lagian sekolahnya tidak terlalu jauh.

Sesampai disekolah, Dayra melihat halaman parkir mobil masih kosong. 'Mungkin terlalu pagi.' ucap Dayra dalam hati. Sambil, melamun di depan pagar sekolah, tanpa disadari terdengar klakson mobil yag terdengar marah. Lamunan Dayra pun pecah, saat dia melihat dari kaca tengah mobil, ternyata itu mobil lelaki idamannya tersebut. Ya! itu mobil Rocky!!!!

-BERSAMBUNG-

Kamis, 21 November 2013

PUISI HAMPA

BY Azzahra Nanda

Terkadang bingung..
Hampa..
Bimbang..
Melihat matahari yang tak lagi bersinar..
Merasakan panas saat hujan datang..
Mendengar suara tangis ketika tertawa..
Ada apa ini tuhan?
Akankah kehidupan kan terus berjalan>

Kurasakan hati ini telah tiada asa..
Jiwa ini telah di isi dengan kekosongan..
Jadi harus bagaimana lagi?

Akankah bulan dan matahari mencahayai disaat bersamaan?
kehampaan hati ini..
telah berubah jadi kebimbangan

Ahh sudahlah..
Kesedihan hati dan jiwa ini ..
takkan ada yang peduli..
Hanya kehampaan diri yang kurasa..
Maka aku bertanya kepada Tuhan
Dimana aku akan hinggap?
dimana aku kan berlabuh? disaat hati dan jiwa ini
Hampa..

PUISI SETITIK AWAN

BY Azzahra Nanda

Setitik
Ya, hanya setitik
Setitik awan di tengah kegelapan

Dan sekarang
Aku menunggu
Menunggu adanya keajaiban
Keajaiban dahsyat yang tuhan beri
Satukan setitik awan itu

Namun bisakah?
Bisakah setitik awanku berbaur?
Akankah setitik awanku menyatu? Setitik awanku..
kan tetap menjadi setitik
dan akan selalu setitik
sekarang dan selamanya

Selasa, 20 Agustus 2013

Dia..

Tuhan..
Setiap hari aku memikirkannya..
Tiada hari kulewati tanpa menyebut namanya..
Jika aku telah tiada..
Jaga Dia.
Kirimkan malaikat untuk menjaganya..
Setiap hari aku mencoba menjadi apa yang dia minta..
Mencoba bersikap baik kepadanya..
Tetapi tetap saja..
Sikapku selalu salah dihadapannya..
Sampai akhirnya masa itu tiba..
Dimana aku telah lelah mendengar amarah darinya..
Dimana batinku menangis ketika dia berbicara..
Oh Tuhan..
Bisakah aku dan dia memiliki kisah indah diakhir cerita..?

YOUR EYES SPEAK TO ME (PART 3)

         Setelah hal yang kurang enak dirasa maupun dilihat itu terjadi. Barulah aku tersadar bahwa itu hanya mimpi. Ada apa ini? kenapa aku memimpikan orang yang tidak aku cintai sama sekali. Harusnya aku memimpikan Auzar. Oh Tuhan, apa artinya semua ini.
         Sesaat aku diam dalam hening. Tiba-tiba aku mendengar suara tuts piano bermain dengan tenang. aku berusaha berjalan tanpa tongkat. aku berdiri di dekat jendela kamarku dan membuka telinga ku lebih lebar. 'Siapa yang memainkan piano itu?' ucapku bertanya dalam hati. Tak lama, mulai aku merasakan ketenangan dan kedamaian, Lagi-lagi aku begitu mengenal permainan tuts piano itu. Terbayang di benakku seseorang yang setiap hari datang ke rumahku hanya sekedar untuk melihat ku. Ya aku yakin itu dia. Bisakah aku melupakannya. Aku masih ingat ucapan seseorang lelaki yang berjanji kepadaku. "Ren, hanya kamu yang akan aku ingat disaat aku terbangun. Aku akan menunggu kamu. Terserah bagaimana keadaan mu nanti. Aku tetap mencintaimu sepenuh hati." Tapi, bisakah aku menjaga kepercayaannya. Sedangkan kini ada lelaki baru yang perlahan telah merubah cara berpikirku untuk hidup. Tapi bagaimana dengan Auzar. Masihkah dia mengingatku? Masihkah dia ingat janji dia dan aku dulu? Ahh.. lagi-lagi.

Minggu, 28 Juli 2013

YOUR EYES SPEAK TO ME (PART 2)

     Setelah cukup lama duduk dan mendengarkan beberapa lagu favorit ku. Aku memutuskan untuk keluar rumah sebentar. Aku meraba-raba barang-barang disekitar ku. Berharap aku bisa menemukan tongkat ku. "Bruuuk!!" tiba-tiba terdengar suara keras. Sepertinya aku menjatuhkan salah satu barang yang biasa Bunda letakkan di atas meja dekat sofa ruang tengah. Aku berusaha turun dari sofa perlahan. Berharap Mbok Sum tidak menyadari insiden ini. Aku kembali meraba-raba barang-barang disekitarku. Tapi tetap saja aku tidak menemukan apa-apa. Tak lama berselang, aku mendapatkan tongkatku dan mengenakan kacamata yang biasa aku kenakan jika keluar rumah. Tapi yang jelas bukan kacamata hitam ya. heheee..

     Aku berjalan perlahan, setapak demi setapak. sampai tongkat ku menabrak barang keras di depannya. Ya. Aku tahu bahwa aku sudah berada di depan pintu rumahku. Perlahan aku meraba gagang pintu dan membuka kuncinya. Aku membuka pintu dan membiarkannya terbuka agar aku lebih mudah jika ingin masuk kembali. Badanku sedikit berbelok ke kanan. mencari dimana kursi teras rumah yang biasa aku duduki. Setelah mendapatkannya, aku segera duduk dan merebahkan badanku. Aku menghirup udara segar pagi hari yang sejuk dan menghangatkan. Sepertinya hari ini matahari sedang cerah, karena aku merasakan kehangatan yang nyaman.

          Tak lama berselang aku hanya terduduk diam di kursi teras, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggilku dari kejauhan. "Rena!! Rena!!" Aku mendengarkan baik-baik suara itu. Suara serak basah yang terdengar lebih berat dari biasanya. Yang jelas, tidak mungkin Mbok Sum yang memanggilku. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki mendekat. "siapa ya?" ucapku yang mungkin menghentikan langkah seseorang itu. "Ren, it's me. Your boys. remember?" berselang dengan suara itu , tak lama aku merasakan seseorang menyentuh lengan kanan ku. dan aku merasakan kehangatannya. Ya, itu Mario. Mario adalah sesosok pemuda yang belakangan ini sedang dekat denganku. Dia bukan teman sekolahku. Dia tetanggaku sejak 1 tahun lalu. Aku jarang keluar rumah, tapi dia yang selalu mendatangi ku hampir setiap hari kecuali hari senin. Entah mengapa hanya Senin dia tidak pernah mengunjungi ku. "Apa kamu bilang tadi? 'my boy' ? sejak kapan kita pacaran?" ucapku dengan nada sok angkuh sambil mencubit salah satu bagian tubuhnya sehingga dia meringis kesakitan. "Sakit ,Ren!" ucapnya sedikit berteriak. "Kan lagi akting, masa nggak ngerti sih.." ucapnya mengejek ku. " Mana aku ngerti, kirain tadi siapa manggil-manggil sambil teriak. Aku nggak budek kali.." . "Ohh kamu nggak budek ya? kirain cewe cantik di depan ku ini ,cewe budek.. heheheee.." .  "Ahh.. males ngejekin terus .." ucapku sedikit lesu dan marah. "Eleehh.. si Rena ngambek lagi.. Ia Baginda Ratu.." Ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak. "Nggak lucu!" ucapku benar-benar kesal. "Iya deh, maafin aku dong. Aku kan cuma amin-main." ucapnya lembut sambil menarik tongkat ku yang mengakibatkan aku terjatuh. "Ahh sakit!!" Ucap ku berteriak, sehingga Mbok Sum langsung mendatangi aku dan Mario. " Non, kenapa? Jatuh lagi ya?" ucap Mbok Sum yang kira-kira berada kurang lebih 5 meter dariku. "Nggak apa-apa kok" ucapku menahan sakit. "Nggak apa-apa gimana? lutut kamu biru gitu."  Ucap Mario khawatir. "Ini semua gara-gara aku sendiri kok, nggak hati-hati." . " Sudah-sudah, masuk aja Non. Ayo nak Mario! masuk juga.." ucap Mbok Sum sembari mengangkat badanku dan menuntun aku berjalan.

Sabtu, 27 Juli 2013

YOUR EYES SPEAK TO ME (PART 1)

Hari ini kekelaman kembali menghampiri ku. Aku baru tersadar, ternyata kebahagiaan yang semalam ku rasakan hanyalah angan-angan dan mimpi yang hanya mustahil untuk aku raih. Rasanya aku ingin cerita banyak kepada mu. Ya, tentang semua keseharian ku. tentang semua mimpi ku yang harus ku kubur dalam-dalam karena kehadiran orang baru di sisimu. Entah mengapa, aku belum bisa merelakan kepergian mu dari ku. ya.. Ini aneh.. Gila.. dan Impossible.. Tapi aku yakin, Telah ada rencana indah yang Tuhan sembunyikan dari ku. Walau aku tidak yakin.. apakah rencana itu akan seindah yang kubayangkan?.. ataukah lagi-lagi hanya angan-angan? entahlah, lihat saja nanti.
     
       Pagi ini, ya seperti biasa. Aku membuka mataku perlahan. Tetap hampa, sepi , dan gelap gulita. Ya, aku gadis tuna netra. seperti pada umunya. Gadis sepertiku hanya punya satu mimpi. ya apalagi kalau bukan ingin melihat dunia yang kata bunda ku begitu indah. Seindah paras wajah ku. ya, tetap saja aku hanya bisa merasakan, mendengar , dan membayangkan.

       Aku sedang terduduk di kasur empuk ku. Aku hanya menunggu bantuan seseorang pahlawan yang setiap pagi memberikanku tongkat untuk aku berjalan. ya, mungkin sudah lima belas menit aku terdiam.belum ada kabar baik yang datang. Aku putuskan untuk meraba-raba, mencari dimana tongkat ku bunda sembunyikan. tapi lagi-lagi kesialan menghampiri ku pagi ini. Aku terpeleset dan daguku menghantam tembok kamarku. "Bruuuk!!" . "Aduuuh!!" sialnya lagi eksperimen ku pagi ini terbongkar karena suara gaduh hantaman dagu ku dan saat aku terjatuh aku sedikit menyeret benda-benda yang ada di atas meja belajarku ke lantai. "Gubrak!!" Oke. sepertinya ini minggu sial ku.

      "Suara apa , non?" sepertinya suara menggelegar mbok sum mengagetkan ku. "Ndak, mbok." Ucapku agak sedikit berteriak. Terdengar suara langkah kaki dan tak lama dari itu menyusul suara pintu terbuka. "Ya ampun Non! kok dagunya berdarah?" suara Mbok Sum lagi-lagi mengagetkan ku. "Berdarah ya , Mbok?" Ucapku sambil berusaha menyentuh bagian daguku. "Ahhhh sakit" ucapku sedikit meringis kesakitan. "Sini, Mbok bantuin" dan terasa sebuah tangan yang sudah kasar dan keriput menyentuh lengan sebelah kanan ku dan membantuku bangun dari lantai. Mbok mendudukkan ku kembali di kasur ku yang empuk, dan menyenderkan punggungku di dinding. terdengar suara kasak kusuk dan langkah kaki Mbok Sum yang terburu-buru. Aku hanya bisa pasrah. Menunggu tanpa ada kepastian.

      Tak berselang begitu lama. Aku merasakan daguku ditempeli lap atau handuk yang sebelumnya sudah dicelupkan air hangat. "Aduhh..sakit, Mbok." ucapku kembali meringis kesakitan. "Sabar ya , Non. Biar cepet sembuh lukanya. Non sih, nggak panggil Mbok dulu, jadinya begini kan." . " Tadi aku nungguin Bunda, Mbok. Kan biasanya Bunda yang masuk kamar. Kok aku tungguin nggak ada yang masuk." Tanya ku kepada Mbok Sum . "Ohh, tadi itu Bunda berangkat ke Bali, Non. mendadak katanya ada masalah sama perusahaan Bunda disana." Ucap Mbok Sum lugas. "Oh, sebegitu sibuk nya ya Bunda belakangan ini." ucapku sedikit kecewa. "Udah ,Non. Kan ada Mbok. Jangan sedih ya , Non." . Ya. seperti biasa, ucapan Mbok hanya ku jawab dengan anggukan pelan. Huh, lagi-lagi.

     Setelah Mbok mempersiapkan air hangat untuk mandi ku serta baju yang akan kupakai. aku langsung meluncur ke kamar mandi yang terletak tak jauh dari meja belajarku. Walau aku tuna netra, tapi aku bisa melakukan hal-hal seperti ini sendiri. Ya, aku sudah buta sejak berumur 7 tahun. Karena kecelakaan beruntun saat  mudik lebaran yang menewaskan paman ku dan Ayah, Ahh lagi-lagi ingatan itu kembali terputar di otakku. seolah-olah baru saja terjadi beberapa detik lalu. Setelah selesai mandi dan mengenakan baju sendiri. aku berusaha meraba-raba pintu keluar kamar mandi ku. setelah kaluar kamar mandi, kembali terasa tangan hangat yang tidak halus lagi menyentuh tangan ku dan membimbing ku keluar dari kamar menuju ruang tengah. setelah aku duduk di sebuah sofa yang empuk dan nyaman, tangan itu melepaskanku. Oke sekarang aku sendiri. Aku mencoba meraih Ipod ku untuk mendengarkan beberapa lagu. ya, hanya itu yang bisa aku lakukan di hari minggu. Aku menekan salah satu tombol yang ternyata itu tombol shuffle. Tiba-tiba terputar lagu Maudy Ayunda-Tahu Diri.

Hai..
Selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama.. Menghindarimu..
Sialkulah.. Kau ada disini..
Sungguh tak mudah bagiku..
Rasanya tak ingin bernapas lagi..
Tegak berdiri di depan mu kini..
sakitnya.. menusuki jantung ini..
melawan.. cinta yang ada di hati..
Dan upayaku tahu diri..
Tak selamanya berhasil..
pabila, kau muncul terus begini..
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah,, menghilang sajalah lagi..

Ya. sepintas lagu itu sedang menggambarkan perasaanku hari ini. Lagi-lagi lagu itu terhenti karena aku tak sengaja menekan tombol shuffles. Tiba-tiba terputar kembali lagu Maudy Ayunda yang dia recycle yaitu First Love.

Everyone can see..
There's a chance in me..
They all say i'm not the same
kid i use to be..
don't go out and play..
i just dream all day..
They don't know what's wrong with me
and i'm to shy to say..
it's my first love.. what i dreaming of..
when i go to bed.. when i lay my head upon my pillow..
don't know what to do..

Ya. lagu ini juga mengingatkanku pada seseorang yang pernah menaruh hati padaku. ya, kira-kira 3 tahun lalu. Auzar. Ya, tetanggaku selama aku berada di Melaka. Dia orang malaysia, tapi dia satu-satunya orang yang mengerti bahasaku. Entah mengapa, tidak bisa satu hari aku lewati tanpa bersamanya. sampai akhirnya, Bunda memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Dan ku mulai hari itu tanpa nya. Ahh.. lagi-lagi aku mengingatnya.