Selasa, 20 Agustus 2013

YOUR EYES SPEAK TO ME (PART 3)

         Setelah hal yang kurang enak dirasa maupun dilihat itu terjadi. Barulah aku tersadar bahwa itu hanya mimpi. Ada apa ini? kenapa aku memimpikan orang yang tidak aku cintai sama sekali. Harusnya aku memimpikan Auzar. Oh Tuhan, apa artinya semua ini.
         Sesaat aku diam dalam hening. Tiba-tiba aku mendengar suara tuts piano bermain dengan tenang. aku berusaha berjalan tanpa tongkat. aku berdiri di dekat jendela kamarku dan membuka telinga ku lebih lebar. 'Siapa yang memainkan piano itu?' ucapku bertanya dalam hati. Tak lama, mulai aku merasakan ketenangan dan kedamaian, Lagi-lagi aku begitu mengenal permainan tuts piano itu. Terbayang di benakku seseorang yang setiap hari datang ke rumahku hanya sekedar untuk melihat ku. Ya aku yakin itu dia. Bisakah aku melupakannya. Aku masih ingat ucapan seseorang lelaki yang berjanji kepadaku. "Ren, hanya kamu yang akan aku ingat disaat aku terbangun. Aku akan menunggu kamu. Terserah bagaimana keadaan mu nanti. Aku tetap mencintaimu sepenuh hati." Tapi, bisakah aku menjaga kepercayaannya. Sedangkan kini ada lelaki baru yang perlahan telah merubah cara berpikirku untuk hidup. Tapi bagaimana dengan Auzar. Masihkah dia mengingatku? Masihkah dia ingat janji dia dan aku dulu? Ahh.. lagi-lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar