Kamis, 29 Mei 2014

Hari bahagia

By Azzahra Nanda

Kusambut cerahnya mentari dengan sebuah lengkung senyum kebahagiaan
Kubuka jendela kamarku..
Kurasakan bak disambut ribuan burung..
Kurasa pula hembusan angin segar penyejuk hati..

Ya.
Hari ini..
Kan kutuliskan sebuah kisah..
Kisah yang bisa mengubah sejarah..
Antara aku dan dia..
Antara kamu dan dirinya..
Antara kita semua..

Pagi bahagiaku telah datang menunggu
Kan kulakukan apapun pada hari ini yang aku mau..
Melukiskan pelangi..
Menghapus hujan..
Membentuk awan..
Semua kan aku lakukan sampai akan kuserukan..
Kuteriakkan suara kemenangan..

Rabu, 28 Mei 2014

Happy Ending?

By azzahra nanda islami

Malam telah datang sinarkan rembulan
Pagipun telah pergi tinggalkan jejak terik yang melelahkan
Bila Tuhan beri ku kesempatan
Ku ingin tiap detik menit ku hanya bersamamu..
Walau tidak mungkin rasanya
Namun cinta ini
Dibangun di atas ego

Oh Tuhan,Bisakah air mata ini tidak menetes?
Ketika kulihat tatapan maut mu
Ketika ku tahu akan ada wanita lain yang akan memikat hatimu
Bisakah kujaga rasa ini?
Haruskah kupendam dalam2 rasa ini
Dan akan ku buka lagi nanti?

Beri aku petunjuk..
Jalan agar aku tidak tersesat dalam dilema..
Namun apakah kau tahu?
Rasaku ini bak semprotan parfum yang selalu menebar wewangian asa ..

Tuhan ..
Jangan renggut asa ini..
Buat dia bersabar untuk berdiri sendiri..
Sampai waktunya tiba..
Kan ku gali rasa ini..
Dan kan ku tebar cintaku..
Sampai akhir bahagia
Cerita cinta kita..

Berteman dengan Diabetes

Ya. Semua berawal pada tahun 2011. Aku mulai mengeluhkan lesu di badan ku ini. Lebih sering haus dan buang air kecil pada malam hari. Berat badanku pun perlahan turun. Dari 56kg menjadi 47kg. Semua keluargaku menganggap perubahan ini biasa. Karena mereka berpikir mungkin ini reaksi tubuhku karena sudah beranjak remaja . Namun seperti nya kondisi badanku bukannya membaik malah bertambah buruk. Ibu ku pun memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter. Awalnya dokterpun berpikir demikian,namun dokter tak habis akal. Dia menyuruhku untuk cek ke laboratorium. Seperti biasa. Rasa deg-deg an pasti ada saat jarum yang ukurannya cukup besar menusuk salah satu tangan ku. "Sakit" ucapku. Setelah itu aku juga melakukan tes urin. Dan selesai. Keesokan harinya saat mengambil hasil tes. Betapa terkejutnya aku. Aku ditegur oleh salah satu petugas laboratorium. "Gula darahnya tinggi sekali ya, 368" .Aku benar-benar tidak mengerti. Penyakit apa ini Tuhan? Akankah jadinya serumit ini? Ucapku dalam hati dengan perasaan kecewa. _bersambung_