Minggu, 31 Agustus 2014

Bisakah aku?

Kulangkahkan kaki
Ku tatap langit
Ku dengar suara membisik
Tergetar hati ini

Ku lihat jutaan orang penuh keluh kesah
Dan Tak seorangpun ucap syukur

Ku ingin hidup lebih lama
Kuingin hidupku normal sperti biasanya
Yang bisa tebarkan senyum
Tertawa lepas
Melihat apa yang akan terjadi 1000 tahun lamanya
Terbang ribuan kilometer
Menembus langit
Menantang alam
Semuanya ku mau

Aku juga salah satu diantaranya
Diantara orang-orang yang ingin hidup bahagia
Yang ingin miliki jutaan makna dalam hidupnya
Yang juga ingin dikenang setelah tiada
Tapi apa aku bisa?
Apakah ku kan dikenang setelah aku terbang jauh ke dimensi yang berbeda?
Entah
Biar Tuhan yang menjawabnya

Sabtu, 30 Agustus 2014

I never die

Ya, mungkin satu hal kusadari setelah berapa lama aku hidup di dunia ini. Begitu beruntungnya aku. Diciptakan sempurna tanpa kurang suatu apapun. Diberi ribuan senyum ketika aku terpuruk dalam sedih. Aku bukan penulis puisi hebat. Aku juga bukan ahli pengarang cerita. Tapi ini tentangku dan hidupku.

Pagi itu semua terasa indah. Angin sejuk penyegar nafas, aroma pagi yang menyegarkan dan udara yang cukup dingin menambah semangatku pagi itu. Kuingat ini hari pertamaku masuk sekolah menengah pertama. Dan kuharap aku tidak terlambat atau membuat suatu kejadian yang akan membuatku dikenang sebagai siswa baru pembuat onar. Ya, aku hanya berharap.
Selesai mandi dan berpakain, aku langsung menuju meja makan . Seperti pagi biasanya, sebelum makan aku harus menyuntikkan cairan insulin ke tubuhku. dan dosis pagi yaitu 13 unit. Ya, setalah bergegas makan. Ayahku langsung mengantarku ke sekolah. Dan ini juga kali pertamaku bersekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah.
Sesampai di sekolah, gerbang sekolah hampir tertutup. aku langsung bergegas berlari dan memohon kepada kakak-kakak osis yang menjaga pintu gerbang itu. Dengan wajah memelas dan penuh harap akhirnya kakak-kakak osis yang baik itu membukakan pintunya untukku. Aku langsung berlari menuju lapangan tempat kami para siswa baru dikumpulkan untuk di beri pengarahan. Ternyata aku masuk kelompok mos 2. ya, benar-benar tidak sesuai harapan. Aku berharap bisa satu kelompok dengan teman lamaku. It's ok. Melihat ruangan kelas baru ini membuatku takut. ya, kelas ini sangat kotor. seperti tidak pernah di bersihkan dan di tinggali. Dengan penuh kesabaran mengantri memasuki pintu kelas yang cukup sempit. Sesudah masuk, aku memilih tempat duduk dan kupilih tempat duduk nomor dua dari depan meja guru. Kulihat yang lain berbicara akrab dengan teman baru sebangkunya. Aku? YA, aku duduk sendiri. Aku rasa tak seorangpun mau duduk sebangku dengan ku. Menyebalkan.

Rabu, 20 Agustus 2014

Akhiri

Hari ini,
Ingin ku ubah kisah tertulis
Kan ku hapus pahatan masa lalu
Ku buka jalan baru
Jalan yang mungkin tak menyesatkan

Telah ribuan rintik airmata
Jatuh tiada guna

Sesalku pernah percaya
Bodohku ,
Terperosok dalam kisah membara

Dulu kau yang bolongi kepercayaan ini
Kau yang robohkan menara cinta ini
Kau hancurkan kepingan hati ini

Sampai saatnya tiba
Ku kan teriak
Menjerit
Dan menyeru
Aku lelah!!!
Oh sudahlah!!

Senin, 11 Agustus 2014

Berhenti

Berhenti!!
Berhenti untuk diam.
Berhenti untuk berbicara.
Berhenti untuk mencinta

Habis airmata ini.
Teteskan sejuta kisah bermakna
Lelah hati ini
Diulur ditarik
Tanpa pasti

Ya saya manusia
Bukan malaikat
Memang tak pernah sempurna

Berhenti semua!!

Ku tunggu berhari-hari
Bersabar tanpa pasti
kutangisi semua yg terjadi

Berhentilah.
Aku telah lelah.

Berhenti sakiti hati ini.
Berhenti tuk coba sobek luka ini.
Berhenti paksa teteskan air mata ini.

Kumohon kau tak lupakan suatu tentangku.
Bukan apa-apa.
Kuhanya ingin kau berhenti paksa hati ini tuk hancurkan diri sendiri
Dan tolong ingat lagi
Aku
Hanyalah segelintir manusia
Yang akan menangis
Jika hatinya disakiti