Ya, mungkin satu hal kusadari setelah berapa lama aku hidup di dunia ini. Begitu beruntungnya aku. Diciptakan sempurna tanpa kurang suatu apapun. Diberi ribuan senyum ketika aku terpuruk dalam sedih. Aku bukan penulis puisi hebat. Aku juga bukan ahli pengarang cerita. Tapi ini tentangku dan hidupku.
Pagi itu semua terasa indah. Angin sejuk penyegar nafas, aroma pagi yang menyegarkan dan udara yang cukup dingin menambah semangatku pagi itu. Kuingat ini hari pertamaku masuk sekolah menengah pertama. Dan kuharap aku tidak terlambat atau membuat suatu kejadian yang akan membuatku dikenang sebagai siswa baru pembuat onar. Ya, aku hanya berharap.
Selesai mandi dan berpakain, aku langsung menuju meja makan . Seperti pagi biasanya, sebelum makan aku harus menyuntikkan cairan insulin ke tubuhku. dan dosis pagi yaitu 13 unit. Ya, setalah bergegas makan. Ayahku langsung mengantarku ke sekolah. Dan ini juga kali pertamaku bersekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah.
Sesampai di sekolah, gerbang sekolah hampir tertutup. aku langsung bergegas berlari dan memohon kepada kakak-kakak osis yang menjaga pintu gerbang itu. Dengan wajah memelas dan penuh harap akhirnya kakak-kakak osis yang baik itu membukakan pintunya untukku. Aku langsung berlari menuju lapangan tempat kami para siswa baru dikumpulkan untuk di beri pengarahan. Ternyata aku masuk kelompok mos 2. ya, benar-benar tidak sesuai harapan. Aku berharap bisa satu kelompok dengan teman lamaku. It's ok. Melihat ruangan kelas baru ini membuatku takut. ya, kelas ini sangat kotor. seperti tidak pernah di bersihkan dan di tinggali. Dengan penuh kesabaran mengantri memasuki pintu kelas yang cukup sempit. Sesudah masuk, aku memilih tempat duduk dan kupilih tempat duduk nomor dua dari depan meja guru. Kulihat yang lain berbicara akrab dengan teman baru sebangkunya. Aku? YA, aku duduk sendiri. Aku rasa tak seorangpun mau duduk sebangku dengan ku. Menyebalkan.
Pagi itu semua terasa indah. Angin sejuk penyegar nafas, aroma pagi yang menyegarkan dan udara yang cukup dingin menambah semangatku pagi itu. Kuingat ini hari pertamaku masuk sekolah menengah pertama. Dan kuharap aku tidak terlambat atau membuat suatu kejadian yang akan membuatku dikenang sebagai siswa baru pembuat onar. Ya, aku hanya berharap.
Selesai mandi dan berpakain, aku langsung menuju meja makan . Seperti pagi biasanya, sebelum makan aku harus menyuntikkan cairan insulin ke tubuhku. dan dosis pagi yaitu 13 unit. Ya, setalah bergegas makan. Ayahku langsung mengantarku ke sekolah. Dan ini juga kali pertamaku bersekolah yang jaraknya tidak jauh dari rumah.
Sesampai di sekolah, gerbang sekolah hampir tertutup. aku langsung bergegas berlari dan memohon kepada kakak-kakak osis yang menjaga pintu gerbang itu. Dengan wajah memelas dan penuh harap akhirnya kakak-kakak osis yang baik itu membukakan pintunya untukku. Aku langsung berlari menuju lapangan tempat kami para siswa baru dikumpulkan untuk di beri pengarahan. Ternyata aku masuk kelompok mos 2. ya, benar-benar tidak sesuai harapan. Aku berharap bisa satu kelompok dengan teman lamaku. It's ok. Melihat ruangan kelas baru ini membuatku takut. ya, kelas ini sangat kotor. seperti tidak pernah di bersihkan dan di tinggali. Dengan penuh kesabaran mengantri memasuki pintu kelas yang cukup sempit. Sesudah masuk, aku memilih tempat duduk dan kupilih tempat duduk nomor dua dari depan meja guru. Kulihat yang lain berbicara akrab dengan teman baru sebangkunya. Aku? YA, aku duduk sendiri. Aku rasa tak seorangpun mau duduk sebangku dengan ku. Menyebalkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar