Hari ini kekelaman kembali menghampiri ku. Aku baru tersadar, ternyata kebahagiaan yang semalam ku rasakan hanyalah angan-angan dan mimpi yang hanya mustahil untuk aku raih. Rasanya aku ingin cerita banyak kepada mu. Ya, tentang semua keseharian ku. tentang semua mimpi ku yang harus ku kubur dalam-dalam karena kehadiran orang baru di sisimu. Entah mengapa, aku belum bisa merelakan kepergian mu dari ku. ya.. Ini aneh.. Gila.. dan Impossible.. Tapi aku yakin, Telah ada rencana indah yang Tuhan sembunyikan dari ku. Walau aku tidak yakin.. apakah rencana itu akan seindah yang kubayangkan?.. ataukah lagi-lagi hanya angan-angan? entahlah, lihat saja nanti.
Pagi ini, ya seperti biasa. Aku membuka mataku perlahan. Tetap hampa, sepi , dan gelap gulita. Ya, aku gadis tuna netra. seperti pada umunya. Gadis sepertiku hanya punya satu mimpi. ya apalagi kalau bukan ingin melihat dunia yang kata bunda ku begitu indah. Seindah paras wajah ku. ya, tetap saja aku hanya bisa merasakan, mendengar , dan membayangkan.
Aku sedang terduduk di kasur empuk ku. Aku hanya menunggu bantuan seseorang pahlawan yang setiap pagi memberikanku tongkat untuk aku berjalan. ya, mungkin sudah lima belas menit aku terdiam.belum ada kabar baik yang datang. Aku putuskan untuk meraba-raba, mencari dimana tongkat ku bunda sembunyikan. tapi lagi-lagi kesialan menghampiri ku pagi ini. Aku terpeleset dan daguku menghantam tembok kamarku. "Bruuuk!!" . "Aduuuh!!" sialnya lagi eksperimen ku pagi ini terbongkar karena suara gaduh hantaman dagu ku dan saat aku terjatuh aku sedikit menyeret benda-benda yang ada di atas meja belajarku ke lantai. "Gubrak!!" Oke. sepertinya ini minggu sial ku.
"Suara apa , non?" sepertinya suara menggelegar mbok sum mengagetkan ku. "Ndak, mbok." Ucapku agak sedikit berteriak. Terdengar suara langkah kaki dan tak lama dari itu menyusul suara pintu terbuka. "Ya ampun Non! kok dagunya berdarah?" suara Mbok Sum lagi-lagi mengagetkan ku. "Berdarah ya , Mbok?" Ucapku sambil berusaha menyentuh bagian daguku. "Ahhhh sakit" ucapku sedikit meringis kesakitan. "Sini, Mbok bantuin" dan terasa sebuah tangan yang sudah kasar dan keriput menyentuh lengan sebelah kanan ku dan membantuku bangun dari lantai. Mbok mendudukkan ku kembali di kasur ku yang empuk, dan menyenderkan punggungku di dinding. terdengar suara kasak kusuk dan langkah kaki Mbok Sum yang terburu-buru. Aku hanya bisa pasrah. Menunggu tanpa ada kepastian.
Tak berselang begitu lama. Aku merasakan daguku ditempeli lap atau handuk yang sebelumnya sudah dicelupkan air hangat. "Aduhh..sakit, Mbok." ucapku kembali meringis kesakitan. "Sabar ya , Non. Biar cepet sembuh lukanya. Non sih, nggak panggil Mbok dulu, jadinya begini kan." . " Tadi aku nungguin Bunda, Mbok. Kan biasanya Bunda yang masuk kamar. Kok aku tungguin nggak ada yang masuk." Tanya ku kepada Mbok Sum . "Ohh, tadi itu Bunda berangkat ke Bali, Non. mendadak katanya ada masalah sama perusahaan Bunda disana." Ucap Mbok Sum lugas. "Oh, sebegitu sibuk nya ya Bunda belakangan ini." ucapku sedikit kecewa. "Udah ,Non. Kan ada Mbok. Jangan sedih ya , Non." . Ya. seperti biasa, ucapan Mbok hanya ku jawab dengan anggukan pelan. Huh, lagi-lagi.
Setelah Mbok mempersiapkan air hangat untuk mandi ku serta baju yang akan kupakai. aku langsung meluncur ke kamar mandi yang terletak tak jauh dari meja belajarku. Walau aku tuna netra, tapi aku bisa melakukan hal-hal seperti ini sendiri. Ya, aku sudah buta sejak berumur 7 tahun. Karena kecelakaan beruntun saat mudik lebaran yang menewaskan paman ku dan Ayah, Ahh lagi-lagi ingatan itu kembali terputar di otakku. seolah-olah baru saja terjadi beberapa detik lalu. Setelah selesai mandi dan mengenakan baju sendiri. aku berusaha meraba-raba pintu keluar kamar mandi ku. setelah kaluar kamar mandi, kembali terasa tangan hangat yang tidak halus lagi menyentuh tangan ku dan membimbing ku keluar dari kamar menuju ruang tengah. setelah aku duduk di sebuah sofa yang empuk dan nyaman, tangan itu melepaskanku. Oke sekarang aku sendiri. Aku mencoba meraih Ipod ku untuk mendengarkan beberapa lagu. ya, hanya itu yang bisa aku lakukan di hari minggu. Aku menekan salah satu tombol yang ternyata itu tombol shuffle. Tiba-tiba terputar lagu Maudy Ayunda-Tahu Diri.
Hai..
Selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama.. Menghindarimu..
Sialkulah.. Kau ada disini..
Sungguh tak mudah bagiku..
Rasanya tak ingin bernapas lagi..
Tegak berdiri di depan mu kini..
sakitnya.. menusuki jantung ini..
melawan.. cinta yang ada di hati..
Dan upayaku tahu diri..
Tak selamanya berhasil..
pabila, kau muncul terus begini..
tanpa pernah kita bisa bersama
pergilah,, menghilang sajalah lagi..
Ya. sepintas lagu itu sedang menggambarkan perasaanku hari ini. Lagi-lagi lagu itu terhenti karena aku tak sengaja menekan tombol shuffles. Tiba-tiba terputar kembali lagu Maudy Ayunda yang dia recycle yaitu First Love.
Everyone can see..
There's a chance in me..
They all say i'm not the same
kid i use to be..
don't go out and play..
i just dream all day..
They don't know what's wrong with me
and i'm to shy to say..
it's my first love.. what i dreaming of..
when i go to bed.. when i lay my head upon my pillow..
don't know what to do..
Ya. lagu ini juga mengingatkanku pada seseorang yang pernah menaruh hati padaku. ya, kira-kira 3 tahun lalu. Auzar. Ya, tetanggaku selama aku berada di Melaka. Dia orang malaysia, tapi dia satu-satunya orang yang mengerti bahasaku. Entah mengapa, tidak bisa satu hari aku lewati tanpa bersamanya. sampai akhirnya, Bunda memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Dan ku mulai hari itu tanpa nya. Ahh.. lagi-lagi aku mengingatnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar