Selasa, 31 Januari 2017
Ekspektasi
Jumat, 25 Maret 2016
Antara Rasa dan Alasan

Makna dibalik kecewa
Selasa, 09 Februari 2016
Malam Itu
Malam itu hujan
Persis seperti hatiku saat itu
Malam itu ku hanya ingin sendiri
Meratapi gemuruhnya petir
Menghadapi rapuhnya cinta
Kita saling mencinta
Saling menjaga
Hanya saja
Semakin keras kita berusaha
Semakin dalam luka yang kita ukir bersama
Tak usah mencoba
Karena pada akhirnya tetap sama saja
Malam itu aku diam
Karena hatiku telah lelah berusaha
Malam itu ku coba tuk bertahan
Menahan tiap butiran perih yang tersimpan
Ingin rasanya tetap setia
Bertahan pada ini semua
Tapi sekali lagi kukatakan
Kita seperti selalu berusaha merubah arah angin di puncak mount everest
Kita seperti berusaha keras merubah gravitasi bumi
Semakin kita berusaha
Semakin tak mengubah apa-apa
Kau tahu mengapa?
Karena memang takkan mungkin bisa
Malam itu ku terpuruk,
Aku tak menyerah
Hanya saja diri ini telah lelah
Aku juga tak mendahului Tuhan
Hanya saja perih ini sudah teramat dalam
Aku tak bicara soal omong kosong
Aku berkata soal realita
Dan pada akhirnya
Kita sama-sama lelah bertahan
Lelah menggenggam terlalu lama
Sakit menahan luka akibat goresan yang kita torehkan
Di atas reruntuhan kaca yang sama-sama kita pijak
Dan sekali lagi kukatakan
Sekeras apapun kita berusaha
Akhir bahagia bukan milik kita
Kamis, 07 Januari 2016
Curahan Pagi
Rabu, 06 Januari 2016
Ruang Kosong
365
Minggu, 25 Oktober 2015
Cerpen: Happiness
Setiap orang menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Karena memang pada dasarnya, bahagia adalah hakikat hidup setiap manusia. Aku terlahir di keluarga yang luar biasa hebatnya. Di keluarga yang sangat sederhana dengan setiap kebahagiaan yang ada. Kedua orang tua yang begitu sabar dan telaten membesarkanku dengan jutaan hambatan dan cobaan dari Allah . Jika ditanya "Apakah aku bahagia?" , maka dengan lantang dan tegas aku menjawab "Aku sangat bahagia" . Bagaimana bisa aku bahagia dengan segala kesedihan yang ada. Dengan segala ancaman kekecewaan dan keputusasaan.
Aku dilahirkan untuk menciptakan senyuman pada setiap orang. Aku ada disini untuk memberi kebahagiaan sekecil apapun untuk orang disekitarku. Bahagia, adalah satu kata yang begitu aku impikan kan terjadi selama hidup kita. Walau pada kenyataannya Allah selalu memberikan kebahagiaan setelah adanya kesedihan dan duka yang mendalam.
Aku tidak pernah ingin diminta untuk dikenang. Aku juga tidak pernah ingin namaku berada di museum atau dituliskan di media cetak untuk diketahui banyak orang. Aku adalah remaja perempuan berumur enam belas tahun biasa dan sama seperti remaja lainnya. Remaja yang menginginkan teman, persahabatan, kebebasan dan segalanya. Aku sama seperti mereka, hanya saja aku tak ingin orang tahu tentang ku. Tahu bagaimana perihnya hatiku saat begitu banyak cobaan menghantamku.
Aku divonis dokter terkena penyakit Diabetes Melitus di umur 11 tahun. Pada awalnya berat mengetahui bahwa perubahan besar dalam hidupku yaitu turunnya berat badan hingga 20kg dalam jangka waktu sebulan bukan bertanda bahwa pubertas atau keremajaan. Itu pertanda yang akan mengakibatkan puluhan tahun kedepan akan banyak perubahan-perubahan yang luar biaa dalam hidupku. Sebelum divonis dokter, aku baik-baik saja. Hanya aku selalu merasa haus dan ingin buang air kecil tanpa henti. Badanku lemas seperti tak bertenaga. Luka kecil yang ada ditubuhku tak kunjung mengering dan malah meninggalkan bekas. Pertama kali dokter memvonis, aku tak pernah tahu kalau hidupku akan berubah sederastis ini. Pola makan yang diatur, tidak boleh makan ini itu, perbanyak olahraga ditambah lagi harus suntik insulin setiap harinya. Dokter memberikanku insulin Novorapid dan Levemir. Novorapid disuntikkan 3 kali sehari sebelum makan pagi,siang dan malam. Sedangkan Levemir dipakai sekali sehari pada jam 10 malam.
Mendengar kata-kata jarun suntik. Siapa yang sudah bisa membayangkan betapa bahagianya hidupku kedepannya harus bersahabat dengan jarum-jarum itu setiap harinya. Alangkah bahagianya aku akan mengatur pola makan yang lebih sehat agar gula darah ku terjaga. Belum lagi cek organ tubuhku yang lain untuk pencegahan komplikasi dini. Begitu amat sangat bahagia. Sangat tak bisa kubayangkan bahwa hidupku nanti sama bahagianya seperti dongeng-dongeng yang aku impikan. Kedua orangtua yang selalu tabah mendampingiku dalam masa pengobatan dan check up. Adik-adikku yang selalu mengukir tawa disetiap jarum suntik yang masuk kedalam tubuhku. Dan sahabat-sahabatku yang luar biasa bisa menerimaku di berbagai kondisi tersulit dalam hidupku. Semua adalah kebahagiaan yang tak terbayarkan.
Ternyata bayanganku tentang masa depan bahagia benar. Allah benar tentang kebahagiaan yang Ia berikan kepada seluruh umatnya yang beriman. Semua benar-benar nyata.
Sampai saat itu tiba, Aku mulai bosan dan merasakan sakit yang amat luar biasa saat menyuntik, aku mulai malas mengatur pola makan dan tidak boleh makan ini itu sesuka hatiku. Aku mulai jarang menyuntik dan badanku semakin lemas. Aku memakan apapun yang kumau, disaat yang bersamaan muncul masalah dengan persahabatanku. Muncul masalah yang aku sendiri pun tidak mengerti mengapa aku harus disalahkan atas hal yang tidak kulakukan sama sekali. Aku mulai malas belajar, malas untuk bersekolah, malas untuk sholat. Timbul benci dan iri di hatiku. Kepada teman-temanku yang bis bebas makan ini itu tanpa harus mengatur pola makan sepertiku, Timbul benci kepada semua orang yang sehat dan tidak merasakan apa yang kurasakan. Timbul benci kepada semua keluarga harmonis yang begitu bahagia hidupnya. Sedangkan aku, semua masalah itu muncul tak berhenti dan tak terselesaikan. Kesehatan tubuhku yang menurun, gula darahku yang tak terjaga , Bullying yang menghampiriku, Tekanan batin karena permasalahan orang tua,ditambah lagi penyakit ASMA ku makin menjadi-jadi. Semua tampak tak berguna. Hidup bahagia yang aku impikan tak ada. Itu semua hanyalah hayalan yang tak akan pernah menjadi nyata. Semua bak sampah. tak bersisa. Aku benci hidupku yang sekarang. Aku menginginkan kehidupan ku yang lama. Mana kebahagiaan yang telah dijanjikan? Semua bohong padaku. Untuk apa aku tersenyum dan menyimpan masalah. Untuk apa aku berbahagia ditengah penderitaan yang tiada habisnya? untuk apa aku ada jika pada akhirnya aku tak diinginkan dan hanya akan dilupakan.
Itulah kegundahan hatiku yang hanya bisa kuluapkan lewat tulisan di secarik kertas buku harianku.
Aku mencari-cari sesuatu yang telah hilang dari diriku. Sesuatu yang telah direnggut dan tak bisa dikembalikan. Sesuatu yang akupun tak tahu apa itu. Kebahagiaan apa ini? Inikah kebahagiaan itu ya Allah..
Bersambung......(Part II)
Selasa, 06 Oktober 2015
Salah siapa?
Kami tak rasakan matahari
Gelisah setiap hari
Tatkala harus menerjang jalanan
Yang amat gelap tak terpandang lagi
Mata perih memerah
Lelah takkan terlukiskan
Kini membekas dihati setiap orang
tuk bisa mendapatkan kebebasan
Senin, 10 Agustus 2015
Masa
Selasa, 16 Juni 2015
Satu
Kamis, 23 April 2015
Indonesiaku!
Menorehkan garam diatas luka
Alangkah tak adilnya Indonesia
Menghukum ratusan koruptor
dalam belenggu kemakmuran
Membiarkan jutaan kaki tangannya
melayani nya penuh kebahagiaan
Alangkah gila nya ketidakadilan ini!
Mengurung ratusan juta
orang tak bersalah
bertahun-tahun lamanya
Membiarkan perusahaan kecil
pencuri kayu bebas merana
Namun mengurung bertahun-tahun
seorang nenek pencuri sandal tanpa dosa
Indonesiaku
Akankah selamanya seperti ini?
Membelenggu jutaan makhluk tak berdosa
Dan membebaskan milyaran penjahat
pencuri harta
Dimana Indonesia ku dulu?
Dimana?
Minggu, 22 Februari 2015
Tinggalkan dia Demi Dia
Tangis ku dalam setiap tasbih cinta
mengangkat derajat hati
demi Sang Ilahi
Demi Bumi yang diam dalam hening
Demi hati yang menangiskan perih
Mengutuk semua akan kesedihanku
Mengacuhkan ku
Menjatuhkan ku
Tiada hati jiwa porak poranda
Menjatuhkanku dari langit ke 7
Memperjuangkan ku demi-Nya
Pangeran surga tak ku temukan jua
Menghadap sang Penguasa cinta
Bisik halus cinta suci berkata
Tinggalkan dia Demi Dia
Minggu, 15 Februari 2015
Sepi Sendiri
Ku lebih senang menyendiri
Berkisah dengan cermin
Menangis bersama hujan
Menenggelamkan awan hitam
Semua ingin kulakukan
Hingga tak seorang pun tahu
Ada apa dengan ku sebenarnya
Ku lebih suka diam hening sepi
Dibanding ramai sorak bersuara
Ku jauh lebih bahagia sendiri
Berbagi cerita dengan alam
Mendengarkan keluh kesah dunia
Menjauh dari hiruk pikuk hidup
Hanya aku
Karna ku memiliki dunia ku
Yang takkan pernah sama denganmu
Jutaan kali ku menjelaskan
Takkan ada yang tahu
Ada apa denganku..
Tak apa kau katakanku berbeda
Karna memang ku begitu
Hingga pada akhirnya
Ku tak pernah temukan sisi nyamanku
Ditengah ramai sorak dunia
Ku menyukai
Dunia sepiku
Hanya ada aku
Alam
Dan Tuhan
Rabu, 11 Februari 2015
ANGIN
Puisi:
Angin
KARYA AZZAHRA NANDA ISLAMI
Langkahku
Setapak demi setapak melawan angin
Telusuri takdir ini
Mencari penghuni hati
Dengan restu Sang Ilahi
Menahan hati tuk cinta
Demi Istiqomah dijalan-Nya
Penuh sesak jiwa ini
Melawan godaan duniawi
Aku diterpa angin kencang
Menunggu seseorang tuk datang
Tak perlu setampan Nabi Yusuf as
Tak perlu pula sesempurna Nabi Muhammad saw
Yang kubutuhkan hanya sebuah jalan kepada-Nya
Seseorang yang bisa bawaku ke surga
Yang bisa bahagiakanku karna imannya
Juga bisa memakmurkanku dengan harta halal nya
Ingin mencintai
Bak angin halus gemulai
Terasa sejuk namun tak terlihat adanya
Haruskah ku berdiri menantang angin?
Ataukah diam mengikutinya?
Namun angin cinta ku ingin berlabuh jua
Walau tak kutemukan tempat berlabuh
Tabah sabarku
Menunggu masa itu tiba
Dimana Sang pemilik hati
Kan merestui ku
Tuk bersama calon penghuni hati ini
Dan kan terkunci sampai ajal nanti
Ku kan tetap ikuti alur angin
Hingga tiba masanya
Anginku membawaku
Temukan pangeran surga ku
Rabu, 11 Februari 2015
Sabtu, 07 Februari 2015
Kau
Kau.
Iya kau.
Yang hanya sebatas hayalan
Kau yang hanyalah angan
Dan kau yang hanya sebuah impian
Yang kukejar tak kudapat
Kugapai pun tak ku genggam
Mencintaimu adalah hal terindah
Kau
Iya kau
Sejuta cahaya penerang
Membawaku jauh ke pelosok labirin cinta
Tersadar ku jatuh dari angkasa
Kau
Iya kau
Yang hanya bisa kupandangi
Sebatas senyum keikhlasan hati
Yang hanya bisa kukirimi isyarat
selembut hembusan udara
Kau
Yang aku kagumi dalam syahadat cinta
Ku mengucap syukur pada Nya
Dalam setiap doaku
Terselip namamu dalam setiap syahduku
Menggores setiap detik demi detik
Dan berharap
Agar kau menjadi milikku
Minggu, 25 Januari 2015
Sesatkan Angan
Dingin menembus tebalnya kulit
Berat langkah menarik beban
Beban perih yang meradang
Terdiam hening hampa
Jiwa kosong yang ternganga
Seakan menyepi sendiri
Seakan lupa apa yang terjadi
Mentari seolah menjemput
Membantu sinari kabut
Menggenggam langkahku
Tak satupun membantu
Tak jua diri ini tertolong
Kenyataan menamparku
Sadarkanku dari angan tinggi
Menyesatkan harapan
Jatuhkan impian
Seolah ber isyarat
Ikhlaskan
Jangan berlarut dalam
Selasa, 20 Januari 2015
Kembali
Rembulan mengintip diujung jendela
Seakan ingin tahu ada apa denganku
Senyapnya hati
Menghantarkan rasa itu kembali
Dibalik sepuluh tangkai bunga yang kubeli
Tersisip sebuah harapan tuk kembali
Setiap langkah ku melewatimu
Kuperhatikan apapun tentangmu
Warna matamu
Lengkung bibir mu
Dibalik senyum mu yang tak kubalas
Tersimpan jutaan makna cinta rahasia
Ketika usaha ku gagal tuk membalikan waktu
Akankah gagal pula
Usahaku membuatmu kembali padaku?
Dibalik asa yang menyepi diujung jalan
Kuingin kau tahu
Kembalilah padaku
Rabu, 07 Januari 2015
Cinta
Tenggelamkan rasa ku
Jatuhkan harapan ku
Kubur saja semua
Agar ku tak tau apa rasa mencinta
Agar ku tak mengerti apa cinta sejati
Buang saja untaian kasih
Hilangkan saja semua
Lenyapkan asa
Agar ku takkan pernah mengerti
Mengapa cinta datang
Untuk apa mencinta
Dan dengan siapa ku jatuh cinta
Gali lah sedalam kau bisa
Jangan sampai kau temukan butiran lalu
Kenangan yang tak pernah kuharap
Hancurkan saja semua
Hingga keping-keping tak bersisa
Juga agar ku tak mengenal
Apa itu cinta
Agar ku kembali pada masa
Cinta muda
Cinta tak kenal sakit
Dibanting atas bawah
Bernafas menahan hujaman perih
Tak kenal lelah mengejar hati
Sudah
Sudahlah
Tak akan ada cinta
Setelah ini
Sampai pada akhirnya
Kutemukan arti cinta sejati semati
Selasa, 06 Januari 2015
Sesal
Akankah ada aku yg kau rindukan nnti
Akankah aku kan kau cintai sepenuh hati
Bisakah aku memiliki
Sudahlah
Angan-anganku terlalu tinggi
Kau yang ku siasiakan
Kini telah bersama bidadari baru
Sesalku pernah berlaku itu kepadamu
Kini karma telah berlaku
Semua berbalik kepadaku
ingin rasanya membalik waktu
Tapi bagaimana lagi
Takdir bahagia bukan milik kita bukan?