By Azzahra Nanda
Malam itu hujan
Persis seperti hatiku saat itu
Malam itu ku hanya ingin sendiri
Meratapi gemuruhnya petir
Menghadapi rapuhnya cinta
Kita saling mencinta
Saling menjaga
Hanya saja
Semakin keras kita berusaha
Semakin dalam luka yang kita ukir bersama
Tak usah mencoba
Karena pada akhirnya tetap sama saja
Malam itu aku diam
Karena hatiku telah lelah berusaha
Malam itu ku coba tuk bertahan
Menahan tiap butiran perih yang tersimpan
Ingin rasanya tetap setia
Bertahan pada ini semua
Tapi sekali lagi kukatakan
Kita seperti selalu berusaha merubah arah angin di puncak mount everest
Kita seperti berusaha keras merubah gravitasi bumi
Semakin kita berusaha
Semakin tak mengubah apa-apa
Kau tahu mengapa?
Karena memang takkan mungkin bisa
Malam itu ku terpuruk,
Aku tak menyerah
Hanya saja diri ini telah lelah
Aku juga tak mendahului Tuhan
Hanya saja perih ini sudah teramat dalam
Aku tak bicara soal omong kosong
Aku berkata soal realita
Dan pada akhirnya
Kita sama-sama lelah bertahan
Lelah menggenggam terlalu lama
Sakit menahan luka akibat goresan yang kita torehkan
Di atas reruntuhan kaca yang sama-sama kita pijak
Dan sekali lagi kukatakan
Sekeras apapun kita berusaha
Akhir bahagia bukan milik kita
Malam itu hujan
Persis seperti hatiku saat itu
Malam itu ku hanya ingin sendiri
Meratapi gemuruhnya petir
Menghadapi rapuhnya cinta
Kita saling mencinta
Saling menjaga
Hanya saja
Semakin keras kita berusaha
Semakin dalam luka yang kita ukir bersama
Tak usah mencoba
Karena pada akhirnya tetap sama saja
Malam itu aku diam
Karena hatiku telah lelah berusaha
Malam itu ku coba tuk bertahan
Menahan tiap butiran perih yang tersimpan
Ingin rasanya tetap setia
Bertahan pada ini semua
Tapi sekali lagi kukatakan
Kita seperti selalu berusaha merubah arah angin di puncak mount everest
Kita seperti berusaha keras merubah gravitasi bumi
Semakin kita berusaha
Semakin tak mengubah apa-apa
Kau tahu mengapa?
Karena memang takkan mungkin bisa
Malam itu ku terpuruk,
Aku tak menyerah
Hanya saja diri ini telah lelah
Aku juga tak mendahului Tuhan
Hanya saja perih ini sudah teramat dalam
Aku tak bicara soal omong kosong
Aku berkata soal realita
Dan pada akhirnya
Kita sama-sama lelah bertahan
Lelah menggenggam terlalu lama
Sakit menahan luka akibat goresan yang kita torehkan
Di atas reruntuhan kaca yang sama-sama kita pijak
Dan sekali lagi kukatakan
Sekeras apapun kita berusaha
Akhir bahagia bukan milik kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar