Mentari menyilau malu
Bersembunyi dibalik hamparan awan
Cahaya kecil
Menembus titik-titik langit
Mengarahkan kilauan keagungan
Menebarkan jutaan aura kebahagiaan
Hanya saja hati ini masih sepi
Bak sepinya langit tanpa hadirnya bintang
Hati ini haus akan kasih sayang
Kering kerontang bak gunung sahara
Hati ini masih terlalu dingin tuk merasa kasih
Sedingin puncak mount everest
Diterjang badai salju
Menusuk rusuk terdalam menahan perih
Kutatap langit pagi
Kutarik dagu keatas
Kutatap belaian embun pagi
Seakan berbicara tanpa suara
Menginginkan hati ini tuk siap
Tegar dan tabah
Walau kadang lelah
Ingin menyerah
Tapi tatkala mentari bertegur sapa tanpa cahaya
Hanya ada kehangatannya yang terasa
Kuberpikir ulang
Tuk bahagiakan senyuman itu
Demi menata hati
Untuk cinta sehidup semati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar