Selasa, 06 Oktober 2015

Salah siapa?

Gemericik hujan yang kami rindukan
Kini nampak jauh tak tergapai

Tatkala tiap hembusan paru-paru ini
Membawa perih meradang di dalam hati

Fajar menyingsing yang kami tunggu
Seperti tak pernah datang setiap waktu
Tertutup abu 
Pekat menusuk 

Dibalik penutup ini kami bernapas
Dibalik setiap derita yang kami jalani
Masih tersimpan harapan kembali

Ketika adik-adik kecil kami terbatuk-batuk
Bak menghisap racun disetiap pagi
Pagi yang seharusnya dirindukan
Kini tersisihkan oleh udara bersih yang amat dibutuhkan

Entah ulah siapa
Dan Karena siapa ini terjadi 
Namun salah kami apa?

Kami hanyalah pelajar penyongsong hari esok 
Kami pergi sekolah setiap matahari terbit
Namun kini ,
Kami tak rasakan matahari
Kami ke sekolah untuk menuntut ilmu
Bukan meneguk abu

Diliburkan tiada henti
Kini materi pelajaran yang membuntang
menunggu kabut asap berhenti datang
seperti menunggu sebuah keajaiban dalam kandang

Gelisah setiap hari
Tatkala harus menerjang jalanan
Yang amat gelap tak terpandang lagi
Mata perih memerah
Lelah takkan terlukiskan
Kini membekas dihati setiap orang

Salah kami apa?
Disiksa setiap waktu
Dipaksa menghabiskan jutaan oksigen kotor setiap harinya

Dibalik setiap sujud kami 
tersisih satu harapan
tuk bisa mendapatkan kebebasan
hembusan napas yang amat dirindukan

Lalu sekarang salah siapa?
Apakah alam telah lelah pada kita semua?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar