By Azzahra nanda
Terik bersembunyi dibalik awan
Sesekali menyinarkan
Dan sesekali hanya diam
Kutahu hari ini awan abu menghampiri
Namun rintik semesta tak kunjung menjatuhkan harapannya
Kutahu pula gemuruh sudah berbisik
Tapi nampaknya hujan yang dirindukan belum juga sampai
Mungkin alam kecewa
Dan tak bisa mengekspresikan dirinya
Sama seperti diri ini
Tampak menghempaskan senyuman
Tatkala hati remuk dengan kekecewaan
Ketika semua orang hanya bisa menomorduakan segalanya
Melupakan sebuah berlian didasar lumpur
Tanpa melihat makna dibalik perjuangan memupuk senyum
Menghapus memori soal bahagia
Dan mengukir kekecewaan atas nama cinta
Ini benar ,Bukan soal cinta
Tapi soal persaudaraan antara peri-peri yang mengumbar senyum setiap hari
Antara pertemanan yang katanya akan abadi
Ini soal kepercayaan yang di simpan dan dihempaskan begitu saja
Dan ini tentang kita
Yang dulu erat tak terpisahkan
Dan sekarang jauh dari ujung batang
Jangan tanya apa makna kecewa
Uraikan saja lewat pecahan asa yang tersingkir di badan jalan
Dan nanti orang akan tahu
Betapa perih ,hancur , dan meradangnya kekecewaan yang tak tersampaikan