Jumat, 21 Maret 2014

PUISI : CINTAMU BUKAN UNTUKKU

Entah apa ini..
di dekatmu kurasakan tenang..
bersamamu aku tersenyum..
Dan denganmu aku nyaman..

Aku bukan siapamu..
Kuhanya seseorang yang hanya bisa menggapaimu..
tanpa bisa memilikimu..

Cintaku tersesat di ujung jalan..
entah bagaimana caranya cintaku kembali..
cintaku tlah kehilangan arah..

mungkin hanya kamu yang bisa..
bisa tunjukkan jalan keluar..

Cintaku pun makin jauh..
jauh tersesat di tengah gulita malam..
Namun tetap saja..
tak  ada seorang pun yang mau membantu..

Sudahlah.. cintaku bukan untukmu..
karena cintaku hanya bisa bermimpi ..
tanpa bisa memiliki..
Biarlah Tuhan yang akan tunjukkan..
Dimana cintaku kan berlabuh nanti..

DON'T YOU? (PART II)

'Apaa? itu Rocky?!' ucap Dayra dalam hati. Dayra langsung menginjak pedal gas nya dan tak lama mobil nya pun maju dan parkir tepat di depan pintu masuk siswa yang bertepatan di samping kanan gedung sekolah. Tiba-tiba saja, Rocky pun memarkirkan mobilnya tepat di sampig mobil Dayra.
Saat Dayra hendak keluar, tanpa di sangka-sangka pintu mobl Dayra terbuka sendiri dan..
"Hei Dayra" ucap sesosok lelaki yang membukakan pintu mobil untuknya. Seketika Dayra terdiam dan jantung Dayra  tiba-tiba saja berdegub kencang. Kondisi itu betul-betul sama seperti dia habis kena hukuman Pak Toto ketika dia terlambat masuk kelas dan disuruh lari keliling lapangan sepuluh kali ditambah harus melayani para guru di ruang guru mengantarkan berkas ini itu dan bla bla bla.
"Dayra.." ucap lelaki itu lembut. Dan lamunan Dayra pun buyar. "Ehh.. iya Rock?" ucap Dayra ragu. Karna dia takut lamunan dia tadi terlalu banyak menghabiskan waktu. "Butuh bantuan aku?" ucap Rocky sambil menunjuk tumpukan buku Dayra yang berada di jok tengah mobil yang terlihat dari luar jendela. "Eh em.. itu.. anu.." ucap Dayra makin gugup. "Kamu sakit? pucet banget? kayak mayat jalan." ucap Rocky mencairkan suasana yang lumayan membeku karena ternyata mereka berdua sama-sama deg degan nya. "Ihhh.. beneran pucet??! dasar lo!" Ucap Dayra sambil memukul bahu kanan Rocky."Sakiit!! nih cewe kecil-kecil cabe rawit!! mau gue bantuin gak bawa buku sebanyak itu? Gue rasa cewe kecil kayak lo gak bakal mampu!" Ledek Rocky sambil menjulurkan lidah. " Iya.. gue emang kecil.. tapi awas ya lo!! ntar dikelas gak gue contekin PR kimia.!"
Rocky pun membantu Dayra membawakan setumpuk buku yang lumayan berat. Dan mereka berdua pun jalan bersama menuju kelas.
-BERSAMBUNG-

Kamis, 13 Maret 2014

DON'T YOU?

Hari ini bener-bener hari paling membahagiakan dalam hidup aku. kenapa? yup! semua orang yang lagi jatuh cinta biasanya ngerasain hal yang sama bukan? serasa dunia milik sendiri. hahahaa.. ya, itu yang lagi aku rasain.

Jam dinding di kamar Dayra tepat menunjukkan pukul 19.00 . "Yeah today it's a bad day!" seru Derya sambil menghempaskan badan nya yang mungil ke ranjangnya. Dayra baru saja pulang kursus bimbel. Tapi tak lama alunan bunyi yang cukup keras mengagetkannya. 'Tenong..tenong' ya, bunyi tersebut berasal dari gadget nya. "Siapa sih? gak sabaran banget. pake PANG PING segala." ucap Dayra. Dayra mengambil hanphone kesayangannya tersebut dan melihat sambil menunjukkan ekspresi kaget sekaligus senang. Deyra senang bukan main ketika laki-laki idamannya mengajaknya chat. Walau hanya sekedar basa-basi belaka, menurutnya itu hal yang cukup luar biasa. Siapa yang tidak tahu, laki-laki idamannya adalah seorang ketua osis bidang olahraga dan Dayra hanyalah murid biasa-biasa saja yang tidak mengikuti organisasi apapun. Apalagi laki-laki tersebut adalah primadona sekolah. Tak berselang lama, chat BBM tersebut berakhir dengan, 'aku belajar dulu ya Dayra, besok sambung chat lagi ya :)' . Sambil tersenyum dan membalas BBM tersebut, tanpa disadari, sepertinya mulai tumbuh rasa yang tak karuan dalam diri Dayra. Dia salah tingkah dan benar-benar senang pada hari itu. Sampai-sampai Dayra masih saja memikirkan lelaki tersebut sebelum tidur.

'Teeeeett Teeeeeett Teeeeeett'
Alarm Dayra berbunyi kencang dan mengagetkan seisi rumah , entah berapa volume alarm yang dia setel. Tapi yang menganehkan adalah jam tersebut masih menunjukkan pukul 05:00. "Sepagi inikah aku bangun?" ucap Dayra. Saat dia keluar kamar sudah dalam keadaan berseragam rapi, Mbok Rere baru saja memasak sarapan pagi, karena tidak biasanya Dayra bangun sepagi itu dan terlihat wajah Dayra lebih bersih dari biasanya. 'Mungkin Non Dayra cuci muka dan pake bedak pagi ini, cantik dan rapi sekali." ucap Mbok Rere sedikit berbisik tanpa terdengar oleh orang lain. Setelah selesai memasak nasi goreng keju kesukaan Dayra, Mbok Rere langsung menyajikannya di meja makan dan menuangkan jus jambu biji ke gelas Dayra."Ini non jus pesenan kemarem" ucap Mbok Rere. "Iya, terima kasih ya ,Mbok" ucap Dayra pelan. Sesudah selesai sarapan , Dayra buru-buru masuk mobil dan langsung menuju ke sekolah. Maklum saja, Dayra sudah di fasilitasi mobil oleh orang tua nya. Karena orangtua nya selalu sibuk bekerja, akhirnya Dayra diberi kebebasan untuk membawa kendaraan sendiri. Lagian sekolahnya tidak terlalu jauh.

Sesampai disekolah, Dayra melihat halaman parkir mobil masih kosong. 'Mungkin terlalu pagi.' ucap Dayra dalam hati. Sambil, melamun di depan pagar sekolah, tanpa disadari terdengar klakson mobil yag terdengar marah. Lamunan Dayra pun pecah, saat dia melihat dari kaca tengah mobil, ternyata itu mobil lelaki idamannya tersebut. Ya! itu mobil Rocky!!!!

-BERSAMBUNG-

Kamis, 21 November 2013

PUISI HAMPA

BY Azzahra Nanda

Terkadang bingung..
Hampa..
Bimbang..
Melihat matahari yang tak lagi bersinar..
Merasakan panas saat hujan datang..
Mendengar suara tangis ketika tertawa..
Ada apa ini tuhan?
Akankah kehidupan kan terus berjalan>

Kurasakan hati ini telah tiada asa..
Jiwa ini telah di isi dengan kekosongan..
Jadi harus bagaimana lagi?

Akankah bulan dan matahari mencahayai disaat bersamaan?
kehampaan hati ini..
telah berubah jadi kebimbangan

Ahh sudahlah..
Kesedihan hati dan jiwa ini ..
takkan ada yang peduli..
Hanya kehampaan diri yang kurasa..
Maka aku bertanya kepada Tuhan
Dimana aku akan hinggap?
dimana aku kan berlabuh? disaat hati dan jiwa ini
Hampa..

PUISI SETITIK AWAN

BY Azzahra Nanda

Setitik
Ya, hanya setitik
Setitik awan di tengah kegelapan

Dan sekarang
Aku menunggu
Menunggu adanya keajaiban
Keajaiban dahsyat yang tuhan beri
Satukan setitik awan itu

Namun bisakah?
Bisakah setitik awanku berbaur?
Akankah setitik awanku menyatu? Setitik awanku..
kan tetap menjadi setitik
dan akan selalu setitik
sekarang dan selamanya

Selasa, 20 Agustus 2013

Dia..

Tuhan..
Setiap hari aku memikirkannya..
Tiada hari kulewati tanpa menyebut namanya..
Jika aku telah tiada..
Jaga Dia.
Kirimkan malaikat untuk menjaganya..
Setiap hari aku mencoba menjadi apa yang dia minta..
Mencoba bersikap baik kepadanya..
Tetapi tetap saja..
Sikapku selalu salah dihadapannya..
Sampai akhirnya masa itu tiba..
Dimana aku telah lelah mendengar amarah darinya..
Dimana batinku menangis ketika dia berbicara..
Oh Tuhan..
Bisakah aku dan dia memiliki kisah indah diakhir cerita..?

YOUR EYES SPEAK TO ME (PART 3)

         Setelah hal yang kurang enak dirasa maupun dilihat itu terjadi. Barulah aku tersadar bahwa itu hanya mimpi. Ada apa ini? kenapa aku memimpikan orang yang tidak aku cintai sama sekali. Harusnya aku memimpikan Auzar. Oh Tuhan, apa artinya semua ini.
         Sesaat aku diam dalam hening. Tiba-tiba aku mendengar suara tuts piano bermain dengan tenang. aku berusaha berjalan tanpa tongkat. aku berdiri di dekat jendela kamarku dan membuka telinga ku lebih lebar. 'Siapa yang memainkan piano itu?' ucapku bertanya dalam hati. Tak lama, mulai aku merasakan ketenangan dan kedamaian, Lagi-lagi aku begitu mengenal permainan tuts piano itu. Terbayang di benakku seseorang yang setiap hari datang ke rumahku hanya sekedar untuk melihat ku. Ya aku yakin itu dia. Bisakah aku melupakannya. Aku masih ingat ucapan seseorang lelaki yang berjanji kepadaku. "Ren, hanya kamu yang akan aku ingat disaat aku terbangun. Aku akan menunggu kamu. Terserah bagaimana keadaan mu nanti. Aku tetap mencintaimu sepenuh hati." Tapi, bisakah aku menjaga kepercayaannya. Sedangkan kini ada lelaki baru yang perlahan telah merubah cara berpikirku untuk hidup. Tapi bagaimana dengan Auzar. Masihkah dia mengingatku? Masihkah dia ingat janji dia dan aku dulu? Ahh.. lagi-lagi.