Jumat, 21 Maret 2014

DON'T YOU? (PART II)

'Apaa? itu Rocky?!' ucap Dayra dalam hati. Dayra langsung menginjak pedal gas nya dan tak lama mobil nya pun maju dan parkir tepat di depan pintu masuk siswa yang bertepatan di samping kanan gedung sekolah. Tiba-tiba saja, Rocky pun memarkirkan mobilnya tepat di sampig mobil Dayra.
Saat Dayra hendak keluar, tanpa di sangka-sangka pintu mobl Dayra terbuka sendiri dan..
"Hei Dayra" ucap sesosok lelaki yang membukakan pintu mobil untuknya. Seketika Dayra terdiam dan jantung Dayra  tiba-tiba saja berdegub kencang. Kondisi itu betul-betul sama seperti dia habis kena hukuman Pak Toto ketika dia terlambat masuk kelas dan disuruh lari keliling lapangan sepuluh kali ditambah harus melayani para guru di ruang guru mengantarkan berkas ini itu dan bla bla bla.
"Dayra.." ucap lelaki itu lembut. Dan lamunan Dayra pun buyar. "Ehh.. iya Rock?" ucap Dayra ragu. Karna dia takut lamunan dia tadi terlalu banyak menghabiskan waktu. "Butuh bantuan aku?" ucap Rocky sambil menunjuk tumpukan buku Dayra yang berada di jok tengah mobil yang terlihat dari luar jendela. "Eh em.. itu.. anu.." ucap Dayra makin gugup. "Kamu sakit? pucet banget? kayak mayat jalan." ucap Rocky mencairkan suasana yang lumayan membeku karena ternyata mereka berdua sama-sama deg degan nya. "Ihhh.. beneran pucet??! dasar lo!" Ucap Dayra sambil memukul bahu kanan Rocky."Sakiit!! nih cewe kecil-kecil cabe rawit!! mau gue bantuin gak bawa buku sebanyak itu? Gue rasa cewe kecil kayak lo gak bakal mampu!" Ledek Rocky sambil menjulurkan lidah. " Iya.. gue emang kecil.. tapi awas ya lo!! ntar dikelas gak gue contekin PR kimia.!"
Rocky pun membantu Dayra membawakan setumpuk buku yang lumayan berat. Dan mereka berdua pun jalan bersama menuju kelas.
-BERSAMBUNG-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar