Rabu, 28 Mei 2014

Happy Ending?

By azzahra nanda islami

Malam telah datang sinarkan rembulan
Pagipun telah pergi tinggalkan jejak terik yang melelahkan
Bila Tuhan beri ku kesempatan
Ku ingin tiap detik menit ku hanya bersamamu..
Walau tidak mungkin rasanya
Namun cinta ini
Dibangun di atas ego

Oh Tuhan,Bisakah air mata ini tidak menetes?
Ketika kulihat tatapan maut mu
Ketika ku tahu akan ada wanita lain yang akan memikat hatimu
Bisakah kujaga rasa ini?
Haruskah kupendam dalam2 rasa ini
Dan akan ku buka lagi nanti?

Beri aku petunjuk..
Jalan agar aku tidak tersesat dalam dilema..
Namun apakah kau tahu?
Rasaku ini bak semprotan parfum yang selalu menebar wewangian asa ..

Tuhan ..
Jangan renggut asa ini..
Buat dia bersabar untuk berdiri sendiri..
Sampai waktunya tiba..
Kan ku gali rasa ini..
Dan kan ku tebar cintaku..
Sampai akhir bahagia
Cerita cinta kita..

Berteman dengan Diabetes

Ya. Semua berawal pada tahun 2011. Aku mulai mengeluhkan lesu di badan ku ini. Lebih sering haus dan buang air kecil pada malam hari. Berat badanku pun perlahan turun. Dari 56kg menjadi 47kg. Semua keluargaku menganggap perubahan ini biasa. Karena mereka berpikir mungkin ini reaksi tubuhku karena sudah beranjak remaja . Namun seperti nya kondisi badanku bukannya membaik malah bertambah buruk. Ibu ku pun memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter. Awalnya dokterpun berpikir demikian,namun dokter tak habis akal. Dia menyuruhku untuk cek ke laboratorium. Seperti biasa. Rasa deg-deg an pasti ada saat jarum yang ukurannya cukup besar menusuk salah satu tangan ku. "Sakit" ucapku. Setelah itu aku juga melakukan tes urin. Dan selesai. Keesokan harinya saat mengambil hasil tes. Betapa terkejutnya aku. Aku ditegur oleh salah satu petugas laboratorium. "Gula darahnya tinggi sekali ya, 368" .Aku benar-benar tidak mengerti. Penyakit apa ini Tuhan? Akankah jadinya serumit ini? Ucapku dalam hati dengan perasaan kecewa. _bersambung_

Jumat, 21 Maret 2014

PUISI : CINTAMU BUKAN UNTUKKU

Entah apa ini..
di dekatmu kurasakan tenang..
bersamamu aku tersenyum..
Dan denganmu aku nyaman..

Aku bukan siapamu..
Kuhanya seseorang yang hanya bisa menggapaimu..
tanpa bisa memilikimu..

Cintaku tersesat di ujung jalan..
entah bagaimana caranya cintaku kembali..
cintaku tlah kehilangan arah..

mungkin hanya kamu yang bisa..
bisa tunjukkan jalan keluar..

Cintaku pun makin jauh..
jauh tersesat di tengah gulita malam..
Namun tetap saja..
tak  ada seorang pun yang mau membantu..

Sudahlah.. cintaku bukan untukmu..
karena cintaku hanya bisa bermimpi ..
tanpa bisa memiliki..
Biarlah Tuhan yang akan tunjukkan..
Dimana cintaku kan berlabuh nanti..

DON'T YOU? (PART II)

'Apaa? itu Rocky?!' ucap Dayra dalam hati. Dayra langsung menginjak pedal gas nya dan tak lama mobil nya pun maju dan parkir tepat di depan pintu masuk siswa yang bertepatan di samping kanan gedung sekolah. Tiba-tiba saja, Rocky pun memarkirkan mobilnya tepat di sampig mobil Dayra.
Saat Dayra hendak keluar, tanpa di sangka-sangka pintu mobl Dayra terbuka sendiri dan..
"Hei Dayra" ucap sesosok lelaki yang membukakan pintu mobil untuknya. Seketika Dayra terdiam dan jantung Dayra  tiba-tiba saja berdegub kencang. Kondisi itu betul-betul sama seperti dia habis kena hukuman Pak Toto ketika dia terlambat masuk kelas dan disuruh lari keliling lapangan sepuluh kali ditambah harus melayani para guru di ruang guru mengantarkan berkas ini itu dan bla bla bla.
"Dayra.." ucap lelaki itu lembut. Dan lamunan Dayra pun buyar. "Ehh.. iya Rock?" ucap Dayra ragu. Karna dia takut lamunan dia tadi terlalu banyak menghabiskan waktu. "Butuh bantuan aku?" ucap Rocky sambil menunjuk tumpukan buku Dayra yang berada di jok tengah mobil yang terlihat dari luar jendela. "Eh em.. itu.. anu.." ucap Dayra makin gugup. "Kamu sakit? pucet banget? kayak mayat jalan." ucap Rocky mencairkan suasana yang lumayan membeku karena ternyata mereka berdua sama-sama deg degan nya. "Ihhh.. beneran pucet??! dasar lo!" Ucap Dayra sambil memukul bahu kanan Rocky."Sakiit!! nih cewe kecil-kecil cabe rawit!! mau gue bantuin gak bawa buku sebanyak itu? Gue rasa cewe kecil kayak lo gak bakal mampu!" Ledek Rocky sambil menjulurkan lidah. " Iya.. gue emang kecil.. tapi awas ya lo!! ntar dikelas gak gue contekin PR kimia.!"
Rocky pun membantu Dayra membawakan setumpuk buku yang lumayan berat. Dan mereka berdua pun jalan bersama menuju kelas.
-BERSAMBUNG-

Kamis, 13 Maret 2014

DON'T YOU?

Hari ini bener-bener hari paling membahagiakan dalam hidup aku. kenapa? yup! semua orang yang lagi jatuh cinta biasanya ngerasain hal yang sama bukan? serasa dunia milik sendiri. hahahaa.. ya, itu yang lagi aku rasain.

Jam dinding di kamar Dayra tepat menunjukkan pukul 19.00 . "Yeah today it's a bad day!" seru Derya sambil menghempaskan badan nya yang mungil ke ranjangnya. Dayra baru saja pulang kursus bimbel. Tapi tak lama alunan bunyi yang cukup keras mengagetkannya. 'Tenong..tenong' ya, bunyi tersebut berasal dari gadget nya. "Siapa sih? gak sabaran banget. pake PANG PING segala." ucap Dayra. Dayra mengambil hanphone kesayangannya tersebut dan melihat sambil menunjukkan ekspresi kaget sekaligus senang. Deyra senang bukan main ketika laki-laki idamannya mengajaknya chat. Walau hanya sekedar basa-basi belaka, menurutnya itu hal yang cukup luar biasa. Siapa yang tidak tahu, laki-laki idamannya adalah seorang ketua osis bidang olahraga dan Dayra hanyalah murid biasa-biasa saja yang tidak mengikuti organisasi apapun. Apalagi laki-laki tersebut adalah primadona sekolah. Tak berselang lama, chat BBM tersebut berakhir dengan, 'aku belajar dulu ya Dayra, besok sambung chat lagi ya :)' . Sambil tersenyum dan membalas BBM tersebut, tanpa disadari, sepertinya mulai tumbuh rasa yang tak karuan dalam diri Dayra. Dia salah tingkah dan benar-benar senang pada hari itu. Sampai-sampai Dayra masih saja memikirkan lelaki tersebut sebelum tidur.

'Teeeeett Teeeeeett Teeeeeett'
Alarm Dayra berbunyi kencang dan mengagetkan seisi rumah , entah berapa volume alarm yang dia setel. Tapi yang menganehkan adalah jam tersebut masih menunjukkan pukul 05:00. "Sepagi inikah aku bangun?" ucap Dayra. Saat dia keluar kamar sudah dalam keadaan berseragam rapi, Mbok Rere baru saja memasak sarapan pagi, karena tidak biasanya Dayra bangun sepagi itu dan terlihat wajah Dayra lebih bersih dari biasanya. 'Mungkin Non Dayra cuci muka dan pake bedak pagi ini, cantik dan rapi sekali." ucap Mbok Rere sedikit berbisik tanpa terdengar oleh orang lain. Setelah selesai memasak nasi goreng keju kesukaan Dayra, Mbok Rere langsung menyajikannya di meja makan dan menuangkan jus jambu biji ke gelas Dayra."Ini non jus pesenan kemarem" ucap Mbok Rere. "Iya, terima kasih ya ,Mbok" ucap Dayra pelan. Sesudah selesai sarapan , Dayra buru-buru masuk mobil dan langsung menuju ke sekolah. Maklum saja, Dayra sudah di fasilitasi mobil oleh orang tua nya. Karena orangtua nya selalu sibuk bekerja, akhirnya Dayra diberi kebebasan untuk membawa kendaraan sendiri. Lagian sekolahnya tidak terlalu jauh.

Sesampai disekolah, Dayra melihat halaman parkir mobil masih kosong. 'Mungkin terlalu pagi.' ucap Dayra dalam hati. Sambil, melamun di depan pagar sekolah, tanpa disadari terdengar klakson mobil yag terdengar marah. Lamunan Dayra pun pecah, saat dia melihat dari kaca tengah mobil, ternyata itu mobil lelaki idamannya tersebut. Ya! itu mobil Rocky!!!!

-BERSAMBUNG-

Kamis, 21 November 2013

PUISI HAMPA

BY Azzahra Nanda

Terkadang bingung..
Hampa..
Bimbang..
Melihat matahari yang tak lagi bersinar..
Merasakan panas saat hujan datang..
Mendengar suara tangis ketika tertawa..
Ada apa ini tuhan?
Akankah kehidupan kan terus berjalan>

Kurasakan hati ini telah tiada asa..
Jiwa ini telah di isi dengan kekosongan..
Jadi harus bagaimana lagi?

Akankah bulan dan matahari mencahayai disaat bersamaan?
kehampaan hati ini..
telah berubah jadi kebimbangan

Ahh sudahlah..
Kesedihan hati dan jiwa ini ..
takkan ada yang peduli..
Hanya kehampaan diri yang kurasa..
Maka aku bertanya kepada Tuhan
Dimana aku akan hinggap?
dimana aku kan berlabuh? disaat hati dan jiwa ini
Hampa..

PUISI SETITIK AWAN

BY Azzahra Nanda

Setitik
Ya, hanya setitik
Setitik awan di tengah kegelapan

Dan sekarang
Aku menunggu
Menunggu adanya keajaiban
Keajaiban dahsyat yang tuhan beri
Satukan setitik awan itu

Namun bisakah?
Bisakah setitik awanku berbaur?
Akankah setitik awanku menyatu? Setitik awanku..
kan tetap menjadi setitik
dan akan selalu setitik
sekarang dan selamanya