Selasa, 16 Juni 2015
Satu
Kamis, 23 April 2015
Indonesiaku!
Menorehkan garam diatas luka
Alangkah tak adilnya Indonesia
Menghukum ratusan koruptor
dalam belenggu kemakmuran
Membiarkan jutaan kaki tangannya
melayani nya penuh kebahagiaan
Alangkah gila nya ketidakadilan ini!
Mengurung ratusan juta
orang tak bersalah
bertahun-tahun lamanya
Membiarkan perusahaan kecil
pencuri kayu bebas merana
Namun mengurung bertahun-tahun
seorang nenek pencuri sandal tanpa dosa
Indonesiaku
Akankah selamanya seperti ini?
Membelenggu jutaan makhluk tak berdosa
Dan membebaskan milyaran penjahat
pencuri harta
Dimana Indonesia ku dulu?
Dimana?
Minggu, 22 Februari 2015
Tinggalkan dia Demi Dia
Tangis ku dalam setiap tasbih cinta
mengangkat derajat hati
demi Sang Ilahi
Demi Bumi yang diam dalam hening
Demi hati yang menangiskan perih
Mengutuk semua akan kesedihanku
Mengacuhkan ku
Menjatuhkan ku
Tiada hati jiwa porak poranda
Menjatuhkanku dari langit ke 7
Memperjuangkan ku demi-Nya
Pangeran surga tak ku temukan jua
Menghadap sang Penguasa cinta
Bisik halus cinta suci berkata
Tinggalkan dia Demi Dia
Minggu, 15 Februari 2015
Sepi Sendiri
Ku lebih senang menyendiri
Berkisah dengan cermin
Menangis bersama hujan
Menenggelamkan awan hitam
Semua ingin kulakukan
Hingga tak seorang pun tahu
Ada apa dengan ku sebenarnya
Ku lebih suka diam hening sepi
Dibanding ramai sorak bersuara
Ku jauh lebih bahagia sendiri
Berbagi cerita dengan alam
Mendengarkan keluh kesah dunia
Menjauh dari hiruk pikuk hidup
Hanya aku
Karna ku memiliki dunia ku
Yang takkan pernah sama denganmu
Jutaan kali ku menjelaskan
Takkan ada yang tahu
Ada apa denganku..
Tak apa kau katakanku berbeda
Karna memang ku begitu
Hingga pada akhirnya
Ku tak pernah temukan sisi nyamanku
Ditengah ramai sorak dunia
Ku menyukai
Dunia sepiku
Hanya ada aku
Alam
Dan Tuhan
Rabu, 11 Februari 2015
ANGIN
Puisi:
Angin
KARYA AZZAHRA NANDA ISLAMI
Langkahku
Setapak demi setapak melawan angin
Telusuri takdir ini
Mencari penghuni hati
Dengan restu Sang Ilahi
Menahan hati tuk cinta
Demi Istiqomah dijalan-Nya
Penuh sesak jiwa ini
Melawan godaan duniawi
Aku diterpa angin kencang
Menunggu seseorang tuk datang
Tak perlu setampan Nabi Yusuf as
Tak perlu pula sesempurna Nabi Muhammad saw
Yang kubutuhkan hanya sebuah jalan kepada-Nya
Seseorang yang bisa bawaku ke surga
Yang bisa bahagiakanku karna imannya
Juga bisa memakmurkanku dengan harta halal nya
Ingin mencintai
Bak angin halus gemulai
Terasa sejuk namun tak terlihat adanya
Haruskah ku berdiri menantang angin?
Ataukah diam mengikutinya?
Namun angin cinta ku ingin berlabuh jua
Walau tak kutemukan tempat berlabuh
Tabah sabarku
Menunggu masa itu tiba
Dimana Sang pemilik hati
Kan merestui ku
Tuk bersama calon penghuni hati ini
Dan kan terkunci sampai ajal nanti
Ku kan tetap ikuti alur angin
Hingga tiba masanya
Anginku membawaku
Temukan pangeran surga ku
Rabu, 11 Februari 2015
Sabtu, 07 Februari 2015
Kau
Kau.
Iya kau.
Yang hanya sebatas hayalan
Kau yang hanyalah angan
Dan kau yang hanya sebuah impian
Yang kukejar tak kudapat
Kugapai pun tak ku genggam
Mencintaimu adalah hal terindah
Kau
Iya kau
Sejuta cahaya penerang
Membawaku jauh ke pelosok labirin cinta
Tersadar ku jatuh dari angkasa
Kau
Iya kau
Yang hanya bisa kupandangi
Sebatas senyum keikhlasan hati
Yang hanya bisa kukirimi isyarat
selembut hembusan udara
Kau
Yang aku kagumi dalam syahadat cinta
Ku mengucap syukur pada Nya
Dalam setiap doaku
Terselip namamu dalam setiap syahduku
Menggores setiap detik demi detik
Dan berharap
Agar kau menjadi milikku
Minggu, 25 Januari 2015
Sesatkan Angan
Dingin menembus tebalnya kulit
Berat langkah menarik beban
Beban perih yang meradang
Terdiam hening hampa
Jiwa kosong yang ternganga
Seakan menyepi sendiri
Seakan lupa apa yang terjadi
Mentari seolah menjemput
Membantu sinari kabut
Menggenggam langkahku
Tak satupun membantu
Tak jua diri ini tertolong
Kenyataan menamparku
Sadarkanku dari angan tinggi
Menyesatkan harapan
Jatuhkan impian
Seolah ber isyarat
Ikhlaskan
Jangan berlarut dalam