Kamis, 23 April 2015

Indonesiaku!

Alangkah kejam dunia
Menorehkan garam diatas luka

Alangkah tak adilnya Indonesia
Menghukum ratusan koruptor
dalam belenggu kemakmuran
Membiarkan jutaan kaki tangannya
melayani nya penuh kebahagiaan

Alangkah gila nya ketidakadilan ini!
Mengurung ratusan juta
orang tak bersalah
bertahun-tahun lamanya
Membiarkan perusahaan kecil
pencuri kayu bebas merana
Namun mengurung bertahun-tahun
seorang nenek pencuri sandal tanpa dosa

Indonesiaku
Akankah selamanya seperti ini?
Membelenggu jutaan makhluk tak berdosa
Dan membebaskan milyaran penjahat
pencuri harta

Dimana Indonesia ku dulu?
Dimana?
 

Minggu, 22 Februari 2015

Tinggalkan dia Demi Dia

Bergumam dalam diam
Tangis ku dalam setiap tasbih cinta
mengangkat derajat hati
demi Sang Ilahi
Demi Bumi yang diam dalam hening
Demi hati yang menangiskan perih
Mengutuk semua akan kesedihanku
Mengacuhkan ku
Menjatuhkan ku
Tiada hati jiwa porak poranda
Menjatuhkanku dari langit ke 7
Memperjuangkan ku demi-Nya
Pangeran surga tak ku temukan jua
Menghadap sang Penguasa cinta
Bisik halus cinta suci berkata
Tinggalkan dia Demi Dia

Minggu, 15 Februari 2015

Sepi Sendiri

Ku lebih senang menyendiri
Berkisah dengan cermin
Menangis bersama hujan
Menenggelamkan awan hitam
Semua ingin kulakukan

Hingga tak seorang pun tahu
Ada apa dengan ku sebenarnya

Ku lebih suka diam hening sepi
Dibanding ramai sorak bersuara

Ku jauh lebih bahagia sendiri
Berbagi cerita dengan alam
Mendengarkan keluh kesah dunia
Menjauh dari hiruk pikuk hidup

Hanya aku
Karna ku memiliki dunia ku
Yang takkan pernah sama denganmu

Jutaan kali ku menjelaskan
Takkan ada yang tahu
Ada apa denganku..

Tak apa kau katakanku berbeda
Karna memang ku begitu

Hingga pada akhirnya
Ku tak pernah temukan sisi nyamanku
Ditengah ramai sorak dunia

Ku menyukai
Dunia sepiku
Hanya ada aku
Alam
Dan Tuhan

Rabu, 11 Februari 2015

ANGIN

Puisi:
Angin
KARYA AZZAHRA NANDA ISLAMI

Langkahku
Setapak demi setapak melawan angin
Telusuri takdir ini
Mencari penghuni hati
Dengan restu Sang Ilahi
Menahan hati tuk cinta
Demi Istiqomah dijalan-Nya

Penuh sesak jiwa ini
Melawan godaan duniawi

Aku diterpa angin kencang
Menunggu seseorang tuk datang

Tak perlu setampan Nabi Yusuf as
Tak perlu pula sesempurna Nabi Muhammad saw

Yang kubutuhkan hanya sebuah jalan kepada-Nya
Seseorang yang bisa bawaku ke surga
Yang bisa bahagiakanku karna imannya
Juga bisa memakmurkanku dengan harta halal nya

Ingin mencintai
Bak angin halus gemulai
Terasa sejuk namun tak terlihat adanya

Haruskah ku berdiri menantang angin?
Ataukah diam mengikutinya?

Namun angin cinta ku ingin berlabuh jua
Walau tak kutemukan tempat berlabuh

Tabah sabarku
Menunggu masa itu tiba
Dimana Sang pemilik hati
Kan merestui ku
Tuk bersama calon penghuni hati ini
Dan kan terkunci sampai ajal nanti

Ku kan tetap ikuti alur angin
Hingga tiba masanya
Anginku membawaku
Temukan pangeran surga ku

Rabu, 11 Februari 2015

Sabtu, 07 Februari 2015

Kau

Kau.
Iya kau.
Yang hanya sebatas hayalan
Kau yang hanyalah angan
Dan kau yang hanya sebuah impian
Yang kukejar tak kudapat
Kugapai pun tak ku genggam
Mencintaimu adalah hal terindah

Kau
Iya kau
Sejuta cahaya penerang
Membawaku jauh ke pelosok labirin cinta
Tersadar ku jatuh dari angkasa

Kau
Iya kau
Yang hanya bisa kupandangi
Sebatas senyum keikhlasan hati
Yang hanya bisa kukirimi isyarat
selembut hembusan udara

Kau
Yang aku kagumi dalam syahadat cinta
Ku mengucap syukur pada Nya
Dalam setiap doaku
Terselip namamu dalam setiap syahduku
Menggores setiap detik demi detik
Dan berharap
Agar kau menjadi milikku

Minggu, 25 Januari 2015

Sesatkan Angan

Dingin menembus tebalnya kulit
Berat langkah menarik beban
Beban perih yang meradang

Terdiam hening hampa
Jiwa kosong yang ternganga
Seakan menyepi sendiri
Seakan lupa apa yang terjadi

Mentari seolah menjemput
Membantu sinari kabut
Menggenggam langkahku

Tak satupun membantu
Tak jua diri ini tertolong

Kenyataan menamparku
Sadarkanku dari angan tinggi
Menyesatkan harapan
Jatuhkan impian
Seolah ber isyarat
Ikhlaskan
Jangan berlarut dalam

Selasa, 20 Januari 2015

Kembali

Rembulan mengintip diujung jendela
Seakan ingin tahu ada apa denganku

Senyapnya hati
Menghantarkan rasa itu kembali
Dibalik sepuluh tangkai bunga yang kubeli
Tersisip sebuah harapan tuk kembali

Setiap langkah ku melewatimu
Kuperhatikan apapun tentangmu
Warna matamu
Lengkung bibir mu

Dibalik senyum mu yang tak kubalas
Tersimpan jutaan makna cinta rahasia

Ketika usaha ku gagal tuk membalikan waktu
Akankah gagal pula
Usahaku membuatmu kembali padaku?

Dibalik asa yang menyepi diujung jalan
Kuingin kau tahu
Kembalilah padaku