Senin, 24 November 2014

Jiwa asa

Telah kau ukir ribuan tawa
Telah ada isak tangis bahagia
Telah kita lewati perih batin menangis bersama

Telah jutaa kilo asa ini melangkah
Telah lama jua jiwa ini bertahan
Tak kan ada lagi kehampaan
Tak akan ada lagi ke kosongan

Sampai ku dengar dengan jelas
Perlahan berdetaknya jam dinding
Begitu cepat detak jantungmu
Kembang kempis Hela nafasmu

Ini kesunyian asa
Mengapa dibiarkan begitu saja?
Tetap disini
Atau tinggalkan aku sendiri ucapnya

Ada apa dengan Kita?

Hari ini
Asap tebal selimuti kita
Ada apa ini?
Kau begitu berbeda
Tatapan mu yang seolah marah
Cara mu yang seolah kecewa
Dan tingkah mu yang seakan bosan

Ratusan kali ku katakan
Hingga detik ini jantungku berdetak
Aku bernafas
Dan masih bisa kulihat sesisi dunia
Kan kukatakan tak pernah ada
Satu alasan pun
Yang kan memaksakanku tuk membencimu
Yang akan menyuruhku untuk bosan padamu

Namun apa?
Hari ini
Tepat ketika angin meniup jilbabku
Tepat dimana rintik hujan menyapa
Telah hilang sesuatu
Tak kutemukan sesuatu yg ada padamu kemarin
Tak kutemukan alasan untuk berlama-lama denganmu

Jadi ini apa?
Cinta ataukah kebencian?
Apakah terlalu tebal kabut asap menutupi kita?
Sehingga kita tak bisa bedakan
Mana cinta ketulusan
Dan mana cinta kepalsuan

Sabtu, 15 November 2014

Bisikku padaMu

Ketika kurasa ada yang membisik
Membisik di kolbu ini

Dan kurasa terketuk hati ini
Melihat jiwa nan bersih suci
Kulihat hatimu bak ditimpa kebimbangan
Aku disini teman

Tugas kita saling membantu
Mengingatkan
Kan kubisikkan jutaan semangat
Ke telinga mu yg mulai lelah mendengar
Ke hati mu yg hampir terkunci rapat
Ke otakmu yang telah hampir mati berpikir

Karna kita sesama umat Muhammad
Yang ditakdirkan untuk saling memahami
Kebersamaan dan kebahagiaan kan datang
Karna ku yakin Allah membantumu
Allah bersama kita teman

Kan tiba jua
Aku pula yang bersusah hati
Maka ku kan pergi menghadap
Memberi segenap waktu tuk curahkan hati ini
Memberi ribuan ucap syukur indah hidup ini

Teman
Janganlah ragu tuk melangkah
Disini kubisikkan
Milyaran doa ku pada Mu
Untuk kita semua

Kamis, 06 November 2014

19 mei 2014

Ketika embun pagi menyapa
Ketika itu pula mata ini membuka
Dalam hati kecil berkata
Tuhan, kau segalanya

Hari demi hari ku lewati
Berharap dapat sabar tabah akan semua

Walau terbisik dibenakku
"Menyerah saja,Takkan mungkin bisa!"
Namun
Disaat denyut jantung berdetak cepat
Disaat nafas ini terengah-engah
Ketika terdengar bunyi sesak di dada
Ketika jatuh tetesan air mata
Saat itu kurasakan perih tiada tara
Menusuk menghujam
Sakit rasanya

Dalam hati kecilku berkata
Oh Tuhan, apa saatku telah tiba?

Teringat tersadar
dengan suara denyut halus di monitor
Di ruangan sepi senyap tak bersuara

Namun Tuhan berkata lain,
Berdesir di dada
Teringat aku akan
Kejadian 19 mei 2014

Sekali lagi ku katakan
Tuhan, kau segalanya

Selasa, 04 November 2014

Hari ini..

Seharusnya dihari-hari terakhir seperti ini
Jangan ada amarah
Jangan ada ketidakpedulian
Jangan ada air mata
Kuhanya butuh beberapa hari saja
Hari bahagia kita lewati bersama
Sampai saatnya nanti
Tuhan yang akan memutuskan
Memisahkan kita secara perlahan
Atau langsung jauh benar tak bisa tertemu
Remuk hati ini
Hancur kepercayaan ini
Berusaha yakinkan hati
Bahwa hanya kau kekasih hati
Tapi apa
Kau pun tak percaya
Sudahlah
Biarkan takdir ini terus berjalan
Bagaikan cerita dongeng putri raja
Hanya saja
Ku takkan tahu
Akan jadi bahagia
Atau tangis pada akhirnya

Kamis, 30 Oktober 2014

Kecewa

Ketika mulut sudah tak bisa berkata
Ketika terlanjur jatuh ribuan air mata
Ketika hati ini sakit tiada tara

Aku kesal
Marah
Benci
Bingung
Hancur
Kecewa

Terhadap semua.
Keadaan yang memaksakanku tuk memilih
Keadaan yang menuntutku tuk menilai
Dan keadaan yg menginginkanku tuk sabar

Takkan terulang lagi hal sperti ini
Penuh kesah hati ini
Bimbang tuk memutuskan
Takut untuk menjadikan semua berbeda
Hanya saja hati ini bergitu rapuh
Bahkan terlalu rapuh untuk merasakan hal hal pedih sperti ini

Aku benci semua
Aku marah pada semua
Aku kesal terhadap keadaan
Dan aku kecewa pada diriku sendiri

Kuatkan aku tuhan

Minggu, 26 Oktober 2014

Jiwa dan raga

Hari demi hari kulewati
Detik demi detik kurasa
Raga ini lelah tuk berjalan tanpa kaki
Berfikir tanpa otak
Berbicara tanpa mulut
Dan menangis tanpa air mata

Kuingin sisa asa ini
Kujadikan untuk menopang jiwa ini
Walau ku tak pernah tau
Kuatkah raga ku bertahan lebih lama?

Kuingin sisa-sisa hari
Detik demi detik kulewati
Tanpa air mata
Tanpa kesedihan
Tolonglah
Hanya dengan sisa serpihan ini
Kubisa bangkit tegakkan diri

Kuhanya butuh waktu
Dimana aku bisa jadi pemeran utamanya
Walau hanya sehari
Waktu dimana mereka semua peduli
Atas apa yang kurasa sekarang

Namun apa
Keadaan tak mempersatukan semua
Pecah belah hancur tiada tara
Hanya sisa sedikit
Namun bantu aku
Bangkit dari semua
Semua kepedihan dan kelelahan jiwa raga ini