Rabu, 11 Februari 2015

ANGIN

Puisi:
Angin
KARYA AZZAHRA NANDA ISLAMI

Langkahku
Setapak demi setapak melawan angin
Telusuri takdir ini
Mencari penghuni hati
Dengan restu Sang Ilahi
Menahan hati tuk cinta
Demi Istiqomah dijalan-Nya

Penuh sesak jiwa ini
Melawan godaan duniawi

Aku diterpa angin kencang
Menunggu seseorang tuk datang

Tak perlu setampan Nabi Yusuf as
Tak perlu pula sesempurna Nabi Muhammad saw

Yang kubutuhkan hanya sebuah jalan kepada-Nya
Seseorang yang bisa bawaku ke surga
Yang bisa bahagiakanku karna imannya
Juga bisa memakmurkanku dengan harta halal nya

Ingin mencintai
Bak angin halus gemulai
Terasa sejuk namun tak terlihat adanya

Haruskah ku berdiri menantang angin?
Ataukah diam mengikutinya?

Namun angin cinta ku ingin berlabuh jua
Walau tak kutemukan tempat berlabuh

Tabah sabarku
Menunggu masa itu tiba
Dimana Sang pemilik hati
Kan merestui ku
Tuk bersama calon penghuni hati ini
Dan kan terkunci sampai ajal nanti

Ku kan tetap ikuti alur angin
Hingga tiba masanya
Anginku membawaku
Temukan pangeran surga ku

Rabu, 11 Februari 2015

Sabtu, 07 Februari 2015

Kau

Kau.
Iya kau.
Yang hanya sebatas hayalan
Kau yang hanyalah angan
Dan kau yang hanya sebuah impian
Yang kukejar tak kudapat
Kugapai pun tak ku genggam
Mencintaimu adalah hal terindah

Kau
Iya kau
Sejuta cahaya penerang
Membawaku jauh ke pelosok labirin cinta
Tersadar ku jatuh dari angkasa

Kau
Iya kau
Yang hanya bisa kupandangi
Sebatas senyum keikhlasan hati
Yang hanya bisa kukirimi isyarat
selembut hembusan udara

Kau
Yang aku kagumi dalam syahadat cinta
Ku mengucap syukur pada Nya
Dalam setiap doaku
Terselip namamu dalam setiap syahduku
Menggores setiap detik demi detik
Dan berharap
Agar kau menjadi milikku

Minggu, 25 Januari 2015

Sesatkan Angan

Dingin menembus tebalnya kulit
Berat langkah menarik beban
Beban perih yang meradang

Terdiam hening hampa
Jiwa kosong yang ternganga
Seakan menyepi sendiri
Seakan lupa apa yang terjadi

Mentari seolah menjemput
Membantu sinari kabut
Menggenggam langkahku

Tak satupun membantu
Tak jua diri ini tertolong

Kenyataan menamparku
Sadarkanku dari angan tinggi
Menyesatkan harapan
Jatuhkan impian
Seolah ber isyarat
Ikhlaskan
Jangan berlarut dalam

Selasa, 20 Januari 2015

Kembali

Rembulan mengintip diujung jendela
Seakan ingin tahu ada apa denganku

Senyapnya hati
Menghantarkan rasa itu kembali
Dibalik sepuluh tangkai bunga yang kubeli
Tersisip sebuah harapan tuk kembali

Setiap langkah ku melewatimu
Kuperhatikan apapun tentangmu
Warna matamu
Lengkung bibir mu

Dibalik senyum mu yang tak kubalas
Tersimpan jutaan makna cinta rahasia

Ketika usaha ku gagal tuk membalikan waktu
Akankah gagal pula
Usahaku membuatmu kembali padaku?

Dibalik asa yang menyepi diujung jalan
Kuingin kau tahu
Kembalilah padaku

Rabu, 07 Januari 2015

Cinta

Tenggelamkan rasa ku
Jatuhkan harapan ku
Kubur saja semua
Agar ku tak tau apa rasa mencinta
Agar ku tak mengerti apa cinta sejati

Buang saja untaian kasih
Hilangkan saja semua
Lenyapkan asa
Agar ku takkan pernah mengerti
Mengapa cinta datang
Untuk apa mencinta
Dan dengan siapa ku jatuh cinta

Gali lah sedalam kau bisa
Jangan sampai kau temukan butiran lalu
Kenangan yang tak pernah kuharap

Hancurkan saja semua
Hingga keping-keping tak bersisa
Juga agar ku tak mengenal
Apa itu cinta

Agar ku kembali pada masa
Cinta muda
Cinta tak kenal sakit
Dibanting atas bawah
Bernafas menahan hujaman perih
Tak kenal lelah mengejar hati

Sudah
Sudahlah
Tak akan ada cinta
Setelah ini

Sampai pada akhirnya
Kutemukan arti cinta sejati semati

Selasa, 06 Januari 2015

Sesal

Akankah ada aku yg kau rindukan nnti
Akankah aku kan kau cintai sepenuh hati
Bisakah aku memiliki

Sudahlah
Angan-anganku terlalu tinggi
Kau yang ku siasiakan
Kini telah bersama bidadari baru
Sesalku pernah berlaku itu kepadamu
Kini karma telah berlaku
Semua berbalik kepadaku

ingin rasanya membalik waktu
Tapi bagaimana lagi
Takdir bahagia bukan milik kita bukan?

Senin, 05 Januari 2015

Lelah

Hari ini
Yang dulu tak pernah sama
Asa ku telah terbang bersama kepingannya
Akankah ada cinta baru terukir setelah ini?

Batin ini telah lelah
Jiwa ini telah rapuh
Ketika melangkah pun tak bisa
Menatap langit pun aku tak sanggup

Ada ribuan tawa menerpa
Namun tak satupun bisa ubah hati ini
Ada jutaan keindahan menyapa
Namun tak satupun bisa ubah semua

Sampai pada akhirnya
Dimana mulut ini telah tak bisa berkata
Dimana telinga ini telah lelah mendengar
Dimana hati dan jiwa ini telah luluh kesah

Namun apa dayaku Tuhan?
Hanya saja
Aku dan dia
Kan menuai luka