Jumat, 21 Desember 2012

PUISI

Tanah Air Mata
Oleh : Sutardji Calzoum Bachri

Tanah airmata tanah tumpah dukaku
mata air airmata kami
airmata tanah air kami
di sinilah kami berdiri
menyanyikan airmata kami
di balik gembur subur tanahmu
kami simpan perih kami
di balik etalase megah gedung-gedungmu
kami coba sembunyikan derita kami
kami coba simpan nestapa
kami coba kuburkan duka lara
tapi perih tak bisa sembunyi
ia merebak kemana-mana
bumi memang tak sebatas pandang
dan udara luas menunggu
namun kalian takkan bisa menyingkir
ke manapun melangkah
kalian pijak airmata kami
ke manapun terbang
kalian kan hinggap di air mata kami
ke manapun berlayar
kalian arungi airmata kami
kalian sudah terkepung
takkan bisa mengelak
takkan bisa ke mana pergi
menyerahlah pada kedalaman air mata

(1991)


Karawang Bekasi

Chairil Anwar


Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
Tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami
Terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu jiwa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan dan harapan
Atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak bisa lagi berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang-kenanglah kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Syahrir
Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang-kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang-Bekasi


Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut

Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh

Naskah Drama


Judul: Senyuman Lama yang Telah Hilang

By : Azzahra Nanda Islami
Pemain :
      1.Nanda
 Gadis yang kehilangan senyumannya
      2.Sheila
Sahabat Nanda
3.Salsa
Teman Nanda
      4.Rezky
Sahabat Salsa
5.Pak Irfan,Paman Irfan
 Paman Nanda sekaligus Guru disekolahnya

Hiduplah seorang gadis yang bernama Nanda. Dia tinggal bersama pamannya sejak meninggalnya kedua orang tuanya. Nanda adalah orang yang sangat ceria, tapi semua itu berubah saat dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga dari bagian hidupnya, yaitu kebahagiaan dan Senyuman.

(Nanda memasuki kelas)

Sheila:”hai nan! Apa kabar?”
Nanda:” (hanya terdiam)
Sheila:”nan?? Apa kabar?”
Nanda:”(hanya sedikit menoleh dan terdiam)
Sheila:”mungkin aku ada salah ya sama dia? Tapi apa ya?”
(sheila duduk di tempatnya sambil membuka-buka bukunya)

(Sheila dan Rezky memasuki kelas)

(melihat sheila kebingungan salsa pun bertanya)

Salsa:”shei.. kenapa kamu? Kok kayak orang linglung gitu?”
Sheila:”hah? Linglung? Segitunya ya?”
Salsa:”iya!.. abis kamu ngeliatin Nanda terus  tapi malah nggak bicara apa-apa sama Nanda?”
Sheila:”emang sih,ya.. aku bingung aja sal... kenapa Nanda nggak negor aku..”
Salsa:” haah? Cuman itu? Nggak penting banget! Temen kamu bukan dia aja! Masih ada kita kok!”
Rezky:”iya masih ada kita!”

(Pak Irfan pun memasuki kelas, pelajaran dimulai dan belajar seperti biasa)

Bel istirahat pun berbunyi
(murid-murid keluarkelas) (Rezky,Salsa,Sheila pergi ke kantin) (tidak lama kemudian Nanda pergi ke kantin)

(Sambil makan)
Sheila:”Salsa,Rezky..Nanda tadi negor kamu nggak?
Salsa:”Enggak tuh..”
Rezky:”Enggak juga, emang kenapa sheil?”
Sheila:”seharian ini dia belom negor aku, terus dia murung banget hari ini?”
Rezky:”ohh.. pantesan.. biasanya aku liat kamu berduaan terus sama Nanda.. sekarang kok malah misah.”
Sheila:” Iya nih.”
Rezky:”Nanda kenapa ya?”
Salsa:”heh..! mungkin dia udah stress  kali! Seharian kayak orang bisu.. enggak ngomong apa-apa”
Sheila:”Jangan gitu sal..”(langsung dipotong oleh salsa)
Salsa:”udah lah! Akuin aja kalo dia emang stress! Kamu nggak malu punya sahabat yang stress kayak orang gila gitu? Heh!”
Rezky:” iya juga ya sal, mungkin dia udah kelewat stress ..Kalo aku sih malu punya temen stress”
Sheila:”Udah cukup! Gimanapun juga.. dia temen sekelas kita.. mungkin dia lagi punya masalah aja..”
Nanda:(menatap salsa,sheila dan rezky dengan tatapan sedih)

Bel masuk kelas pun berbunyi (siswa belajar seperti biasa dan pulang)

(Nanda Pulang ke rumah)

Sesampai di rumah
Nanda:(Nanda melemparkan tasnya, dan tidak sengaja ke arah pamanya)
Pamannya:”kamu kenapa?”
Nanda:”Enggak kenapa-napa paman.”
(langsung memasuki kamarnya)

Nanda:(memegang foto orang tuanya yang telah meninggal dunia)

Tiba-tiba paman irfan datang

(nanda langsung menyembunyikan kesedihannya dan foto orang tuanya)

Paman:”kamu masih belum merelakan mama dan papa mu ya?”
Nanda:”(hanya terdiam)
Paman:”paman tau kamu sangat terpukul atas kejadian itu, tapi paman harap kamu harus secepatnya merelakan itu semua”
Nanda:”Udah paman! Aku lagi butuh waktu buat sendiri”
Paman:(keluar kamar)

Keesokan Harinya
(Masuk sekolah seperti biasa)

Salsa,sheila dan rezky telah terlebih dahulu sampai di kelas
Salsa:”ada orang stress baru dateng..upps “
Sheila:”shut! Diem sal.. enggak boleh gitu!”
Bel masuk kelas pun berbunyi dan Pak Irfan datang
Pak irfan:”selamat pagi anak-anak!”
Murid:”selamat pagi,Pak!”
Pak irfan:”hari ini bapak ada rapat dan bapak akan memberikan kalian tugas kelompok untuk di kerjakan di rumah”
Murid:”huuuuu..”
Pak irfan:” untuk kelompok satu, salsa, rezky, sheila”
Salsa:”yey!!”
Pak Irfan:”kelompok dua anggi,dina,farah dan riddha”
Pak irfan:”oh iya satu lagi.. Nanda masuk kelompok salsa..”
Salsa:”hah? Bapak enggak salah sebut ya?”
Pak Irfan:”tidak..”
Salsa:”coba bapak cek dulu ..”
Pak irfan:”bapak tidak salah salsa.”
Salsa:”huh!! Dasar!! Sekelompok sama orang gila!!”
Bapak irfan meninggalkan kelas dan murid belajar seperti biasa

Bel istirahat pun berbunyi
Saat Nanda sedang merapikan buku diatas mejanya tiba-tiba salsa menghampirinya
Salsa:”eh nan! kamu maksa pak irfan ya biar bisa sekelompok sama kita?”
Nanda :(menundukkan kepala)
Salsa:”oh sekarang kamu udah  mulai belagu ya?mentang-mentang dia paman kamu jadi seenaknya kamu ngatur gitu?”
Nanda:(makin menundukkan kepalanya)
Salsa:”oh bisu ya? (sambil menaikkan dagu Nanda)
Nanda:(ketakutan)
Salsa:”awas kamu ya! Apa kamu lupa? Kamu tuh bukan siapa-siapa disini!”
Tak lama kemudian sheila dan rezky kembali ke kelas
Sheila:”udah salsa, nggak boleh kasar dong!”
Rezky:”biarin aja sheil.. dia tuh emang udah kelewat gila!”
Sheila:”udah! Bubar!!”
(mereka keluar kelas)
Saat pulang sekolah
Salsa:”mau kerja kelompok dimana?”
Rezky:”kalo di rumah aku enggak bisa, takut diomelin bunda aku..”
Sheila:”di rumah aku juga enggak bisa, papa aku suka marah kalo ngajak temen ke rumah”
Salsa:”apa lagi aku.. kalian tau sendiri nenek aku gimana?”
Rezky:”iya juga..”
Sheila:”gimana kita ke rumah Nanda aja.. mau nggak?”
Salsa:”apa? Nanda? Enggak salah denger?”
Rezky:”masa ke rumah si Bisu..?”
Sheila:”kan tugas dikumpul besok, terpaksa kita harus kerjain hari ini..”
Salsa:”ya udah deh.. Ini juga sangat terpaksa”
Rezky:”ya udah ngikut aja”
Salsa:”siapa yang mau nanya ke Nanda? Kalo aku ogah ngomong sama orang stress kayak dia!”
Sheila:”udah.. biar aku aja.”
Sheila langsung menghampiri Nanda
Sheila:”Nan, kita mau ke rumah kamu buat kerja kelompok.. boleh enggak?”
Nanda:”mm.. boleh. Tapi salsa sama rezky gimana?”
Sheila:”udah tenang mereka mau kok ke rumah kamu..”
Salsa dan rezky lang sung melanjutkan pembicaraan sheila
Salsa:”Itu juga terpaksa banget ya ,Nan!”
Rezky:”iya aku juga sangat terpaksa!”
Sheila:”shuut! Udah!”
Nanda:(hanya terdiam)
Sesampai di rumah Nanda
Dan kebetulan ada pak irfan sekaligus pamannya Nanda
Nanda:”assalamu’alaikum paman”
Paman:wa’alaikum salam.., eh ada teman-teman mu ya.. ya sudah paman tinggal dulu ya..”
Nanda:”iya paman”
Saat ingin memasuki kamar Nanda
 Salsa:”shei.. aku di luar sebentar ya..”
Sheila:”kami duluan ya..”

Saat  salsa dan rezky masuk ke kamar Nanda, mereka seperti melecehkan semua barang milik nanda
Salsa:”iuh.. barang jadul!”
Salsa:”astaga.. kamar ini nggak pernah dibersihin ya?”
Salsa:”ih!!foto butut apa ini? Bingkainya jelek amat!”
Dan tiba tiba salsa merebut satu bingkai foto,yang ternyata foto lama orang tuanya sebelum meninggal.
Nanda:”jangan ambil itu!”
Salsa:”wow ! agresif kamu ya?!”
Nanda:”itu adalah hal yang paling berharga dalam hidup aku sekarang!”
Salsa:”Cuma sebuah foto butut beginian?”
Nanda:”tapi itu artinya besar bagi aku..”
Salsa:”sebesar apa? (langsung menjatuhkan bingkai )
Nanda:”Jangaaan!!”(langsung merebut bingkai foto)
Salsa:(terengah)
Nanda:”kalian semua enggak ngerti!! Ini adalah foto terakhir aku sama mama dan papaku.. sebelum semuanya merubah hidupku..”
Salsa:”maksudnya?nggak usah gila kamu ya!”
Nanda:”tepat saat liburan sekolah kemarin, aku berlibur bersama orang tuaku..kami sangat bahagia.. karna aku dan orang tuaku jarang berlibur bersama..tapi saat pulang dari liburan,tepatnya saat kami sedang di pom bensin.Semua itu terjadi begitu cepat..Tiba-tiba saja aku ingin ke wc.. aku keluar dari mobil... tak lama aku berjalan beberapa langkah.. mobilku meledak.. dan orangtuaku ada didalamnya..aku benar-benar tidak menyangka sampa saat ini.. orang tua ku telah tiada..”
Semuanya terdiam..
Dan paman irfan pun datang
Paman irfan: walau kamu sudah kehilangan satu hal yang berharga dalam hidup..tapi kamu masih punya paman..”
Salsa:”kamu masih punya kita semua..sahabat kamu..”
Sheila:”iya nan.”
Rezky:”iya nan..”
Salsa mendekati nanda
Salsa:”maafin aku selama ini udah buat kamu makin sedih.. udah jahatin kamu..aku enggak tau ternyata ini dibalik kesedihanmu selama ini”
Nanda:”gak papa.. aku baru sadar satu hal.. bahwa.. kita harus menghargai hidup ini..dan kebahagiaan dalam hidup adalah hal penting..”
Dan akhirnya Mereka berpegangan tangan bersama..
Nanda:”satu hidup satu mati selamanya.”
Dan akhirnya Nanda telah mendapatkan senyumannya kembali..
Dan Nanda telah sadar bahwa senyuman dan kebahagiaan hidup adalah hal yang paling berharga dalam hidupnya..senyuman dan senyuman..

Puisi : Balada Anak Penjual Koran


By: Azzahra Nanda Islami

Pagi sudah membentang
Kau siapkan satu buah pelastik kumuh..
Yang setiap hari kau gunakan sebagai wadah koran-koranmu..
 Kau mulai berjalan dari rumahmu..
Menuju tempat engkau berjualan..
Dan saat itu,
Kau lihat anak seumurmu sekolah..
Tapi mengapa kau tidak sekolah?
Mengapa kau harus bekerja?
Mengapa tidak orang tuamu saja yang bekerja?
 Kau mulai datangi setiap mobil..
Setiap motor..
Menjajakan koranmu..
Kau jelajahi setiap bus kota..
Kau jelajahi setiap angkutan umum..
Kau mulai berteriak “Koran..Koran”
Namun tak ada yang menghiraukan..
Kau istirahat sejenak..
Memperhatikan teman sesamamu  menghitung rupiah...
Memperhatikan teman-teman sesamamu makan dengan lahapnya..
Sedangkan engkau?
Sampai matahari tepat di atas kepala..
Belum ada sedikit rupiah pun yang kau dapat..
Baju kumuhmu sudah tampak basah keringat...
Wajahmu sudah tampak lelah..
Namun plastik koranmu masih terisi penuh..
 Dan kau tak putus asa
Kau masih teriakan “Koran..Koran”
Lagi-lagi tidak ada yang menghiraukan..
 Tanpa disadari..
Matahari sudah berada di ufuk barat..
Kau masih berjualan..
Padahal teman sesamamu sudah pulang ke rumahnya...
Tak lama kemudian..
Matahari pun tenggelam di ufuk barat..
Tinggalah kau seorang diri di pojok jalan..
 Malam pun semakin gelap gulita..
Lampu-lampu jalan sudah mulai menerangi..
Mobil motor yang lewat pun sudah mulai sepi..
 Akhirnya..
Kau putuskan untuk pulang ke rumah..
Walau dengan tangan hampa...